Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPOM Mataram Tarik Produk Cokelat Kinder dari Pasaran

BPOM akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut soal kandungan bakteri salmonella.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 13 April 2022  |  16:02 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bisnis.com, MATARAM - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram menarik produk cokelat Kinder dari peredaran setelah diketahui tercemar bakteri salmonella.

Kepala BPOM Mataram I Gusti Ayu Adhi Aryapatni menjelaskan tim dari BPOM sudah turun untuk menghentikan penjualan produk tersebut. "Produk kinder kami tarik dari peredaran sesuai dengan arahan dari pusat dan diamankan di tempat hingga menunggu keputusan selanjutnya dari BPOM pusat," jelas Ayu melalui telepon, Rabu (13/4/2022).

Ayu menjelaskan BPOM akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut soal kandungan bakteri salmonella, "Untuk pemeriksaan dilakukan oleh BPOM Pusat, kami di wilayah mengehentikan peredaran," ujar Ayu.

Sebelumnya, pada 11 April 2022, BPOM mengumumkan menarik produk cokelat milik kinder Surprise dalam kemasan tunggal 20 gram dan kemasan isi 3 @ 20 gram, BPOM juga menarik beberapa varian yakni merek Kinder Surprise kemasan 100 gram, Kinder Mini Eggs kemasan 75 gram, Kinder Egg Hunt Kit kemasan 150 gram, dan Kinder Schokobons kemasan 200 gram dengan tanggal kedaluwarsa 20 April 2022 – 21 Agustus 2022. Semua produk cokelat Kinder diproduksi oleh Ferrero N.V/S.A di Belgia.

Menurut BPOM pusat merk tersebut tidak terdaftar di BPOM, merk kinder yang terdaftar yang berasal dari India dengan nama varian Kinder Joy, Kinder Joy for Boys, dan Kinder Joy for Girls. Produk tersebut diproduksi sebuah perusahaan di India.

BPOM Mataram meminta masyarakat NTB untuk berhati-hati dan melapor jika masih menemukan produk kinder di toko atau pusat perbelanjaan. "Kami himbau masyarakat hati-hati dan melapor jika masih menemukan produk tersebut di jual, laporan bisa disampaikan kontak center HALOBPOM," kata Ayu. (K48)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPOM ntb mataram
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top