Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang World Superbike, Begini Ketersediaan Pangan NTB

Animo penonton yang tinggi saat event World Superbike membutuhkan ketersediaan pangan yang cukup.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 30 September 2021  |  10:39 WIB
Sejumlah pekerja memasang pagar pembatas area Mandalika International Street Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin (27/9/2021). - Antara/Ahmad Subaidi.
Sejumlah pekerja memasang pagar pembatas area Mandalika International Street Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin (27/9/2021). - Antara/Ahmad Subaidi.

Bisnis.com, MATARAM - Jelang event World Superbike pada 19-21 November 2021 di sirkuit Mandalika, Pemprov NTB dan Bank Indonesia perwakilan NTB pastikan ketersediaan bahan pangan strategis terpenuhi selama event berlangsung.

Bahan pangan strategis seperti beras, rempah-rempah, daging, sayur hingga buah ketersediannya perlu dilendalikan agar tidak terjadi kelangkaan ketika event berlangsung. BI NTB mendorong kolabprasi antar kabupaten di NTB untuk memenuhi permintaan yang dibutuhkan.

Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji menjelaskan perlu diwaspadai kelangkaan beberapa komoditas yang sebelumnya terjadi seperti cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan minyak goreng. "Komoditas tersebut paling sering menyumbang inflasi di NTB, karena ketika terjadi pemulihan permintaan, ternyata pasokannya tidak ada sehingga menyebabkan lonjakan harga. Masalah ini perlu diperhatikan untuk pasokan pangan ke Mandalika," jelas Heru pada Kamis (30/9/2021).

Volatile Food Inflation (VFI) menjadi pendorong inflasi di NTB mencapai 1,75 persen pada Agustus 2021, dan lebih tinggi dari inflasi nasional sejumlah 1,59 persen. "VFI perlu menjadi alert karena inflasi yang terjadi tersebut utamanya didorong oleh dominasi volatile food yang relatif kerap tinggi sejumlah 5,76 persen (yoy) per Agustus 2021," ujar Heru.

BI NTB mencatat Kenaikan tekanan VFI diindikasikan sejalan dengan tren perbaikan perekonomian yang mendorong adanya pemulihan permintaan, namun belum diimbangi dengan ketersediaan pasokan yang mencukupi sehingga terjadi kondisi tidak seimbang antara permintaan dan pasokan bahan pangan.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah menjelaskan animo penonton yang tinggi saat event World Superbike membutuhkan ketersediaan pangan yang cukup. "TPID perlu memastikan ketersediaan pangan strategis di Mandalika?" Jelas Zul.

Untuk mengantisipasi kelangkaan bahan pangan strategis, TPID direkomendasikan menggelar pasar murah, penguatan kluster volatile food dan bekerjasama dengan pihak terkait seperti BUMD untuk memenuhi pasokan pangan. (K48)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan ntb
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top