Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banyak Hotel di Bali Tertarik Jadi Lokasi Karantina Wisatawan

Hotel yang menjadi lokasi karantina maupun isolasi terpusat dinilai lebih pasti dalam memperoleh pendapatan.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 17 September 2021  |  14:47 WIB
Banyak Hotel di Bali Tertarik Jadi Lokasi Karantina Wisatawan
Pegawai hotel melayani wisatawan di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (3/3/2020). Tingkat hunian hotel di Bali rata-rata turun hingga 70 persen sejak merebaknya wabah virus corona. - ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Banyak hotel di Bali tertarik menjadi lokasi karantina dan tempat isolasi terpusat wisatawan mancanegara jika pembukaan perbatasan internasional dilakukan.

Ketua DPD Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali Yoga Iswara memerinci setidaknya ada sebanyak 50 hotel di Bali yang mengajukan diri menjadi lokasi karantina dan sekitar 5 sampai 10 hotel mengajukan sebagai tempat isolasi terpusat.

Sebagian besar hotel tersebut berada di Badung, Denpasar, dan Gianyar yang merupakan wilayah yang dipilih sebagai zona hijau untuk wisatawan.

Menurutnya, pengajuan hotel tersebut merupakan bagian dari strategi bisnis masing-masing pebisnis. Hotel yang menjadi lokasi karantina maupun isolasi terpusat dinilai lebih pasti dalam memperoleh pendapatan.

"Keuntungannya ini masalah risiko bisnis, ada yang menggap hotel karantina akan dapat kue porsi lebih pasti, tentunya kalau sudah jadi hotel karantina tidak bisa terima tamu lain, sehingga tidak ada campuran, tamu sehat dengan tamu karantina ," katanya, Jumat (17/9/2021).

Menurutnya, lokasi karantina tidak diperlukan banyak. Sebaliknya, hotel pasca karantina yang seharusnya lebih banyak dipersiapkan. Hal tersebut berkaitan dengan kondisi wisatawan jika nantinya sudah lepas dari masa karantina dan bisa berlibur seperti biasa.

"Kalau karantina sudah diawasi dengan baik kan aman jadinya, jadi tamu sudah dianggap tidak suspect tidak punya potensial high risk sehingga bisa menyebar di ekosistem pasca karantina," sebutnya.

Yoga menjelaskan hotel isoter akan langsung diawasi oleh Dinas Kesehatan sedangkan hotel karantina diawasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Nantinya, masing-masing hotel yang menjadi lokasi karantina, isolasi terpusat, maupun hotel pasca karantina akan mengeluarkan tarif berbeda-beda tergantung kelas hotel.

Semua hotel akan memberikan harga paket kesehatan dan menginap secara jelas dari awal sehingga wisatawan tidak merasa ditipu.

"Kalau untuk wisatawan mancenagara semua biaya ditanggung tamu sendiri, kita nanti buat atuaran main berapa paket dibuat secara jelas dan trasnparan," katanya.

#ingatpesanibu #sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisatawan manca negara pariwisata bali Adaptasi Kebiasaan Baru Hotel Isolasi Mandiri
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top