Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tujuh Titik Panas Muncul di NTT

Satelit akan mendeteksi anomali suhu panas dalam luasan 1 km persegi. Pada suatu lokasi di permukaan bumi akan diobservasi 2-4 kali per hari.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Agustus 2021  |  11:07 WIB
Tujuh Titik Panas Muncul di NTT
Ilustrasi.

Bisnis.com, KUPANG - Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak tujuh titik panas (hot spot) muncul di wilayah provinsi berbasiskan kepulauan itu.

"Tujuh titik panas tersebut muncul pada Kamis (26/8) hari ini dari pukul 01.00-19.00 WITA dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen," kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang BMKG Agung Sudinono Abadi di Kupang, Kamis (27/8/2021).

Ia menyebutkan sebaran titik panas tersebut masing-masing di Kecamatan Pembantu Pantar Kabupaten Alor satu titik, Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata satu titik, Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka satu titik.

Selain itu empat titik di Kabupaten Sumba Timur yakni di Kecamatan Lewa satu titik, Kecamatan Pahungalodu dua titik dan Kecamatan Pandawai satu titik.

Lebih lanjut Agung menjelaskan kemunculan titik panas diketahui berdasarkan analisis peta sebaran titik panas dengan pantauan Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP dan NOAA20 oleh Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan).

Satelit akan mendeteksi anomali suhu panas dalam luasan 1 km persegi. Pada suatu lokasi di permukaan bumi akan diobservasi 2-4 kali per hari.

Namun pada wilayah yang tertutup awan, kata dia maka titik panas tidak dapat terdeteksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntt titik panas

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top