Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Larangan Mudik Lebaran, Bali Perlu Inovasi Gairahkan Pariwisata

Kebijakan pembatasan lintasan manusia (dilarang mudik) tidak akan membuat mati pariwisata di Indonesia, asalkan menerapkan strategi yang tepat.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 07 Mei 2021  |  09:50 WIB
Suasana kawasan wisata Pantai Kuta yang ditutup sementara tampak lengang di Badung, Bali, Minggu (31/5/2020). Salah satu destinasi pariwisata utama di Pulau Dewata tersebut masih ditutup dari aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. - Antara/Fikri Yusuf\n
Suasana kawasan wisata Pantai Kuta yang ditutup sementara tampak lengang di Badung, Bali, Minggu (31/5/2020). Salah satu destinasi pariwisata utama di Pulau Dewata tersebut masih ditutup dari aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. - Antara/Fikri Yusuf\\n

Bisnis.com, DENPASAR - Bali perlu melakukan inovasi dan strategi di sektor pariwisata di tengah kebijakan larangan mudik pada masa libur Lebaran.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali M. Setyawan Santoso menilai kebijakan pembatasan lintasan manusia (dilarang mudik) tidak akan membuat mati pariwisata di Indonesia, asalkan menerapkan strategi yang tepat. Bali, misalnya, harus mengubah strategi wisatawan yang sebelumnya mengandalkan penduduk luar Bali menjadi masyarakat lokal.

"Penduduk Bali yang biasa berwisata keluar Bali, sekarang berwisata di Bali saja. Masih banyak daerah wisata di Bali yang belum dikunjungi oleh orang Bali sendiri," katanya seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (7/5/2021).

M. San memerinci sejumlah strategi yang dapat diterapkan Bali untuk bertahan di tengah pembatasan aktivitas masyarakat kala Lebaran.

Pertama, mengundang wisatawan lokal menginap di Bali. Seperti layaknya orang di kota kota besar, orang Bali juga membutuhkan liburan. Bagi orang Bali, kebutuhan ini dapat diatasi dengan cara staycation yaitu menikmati penginapan/ vila di gunung yang sejuk atau pantai di pulau Bali dengan kendaraan pribadi.

"Oleh karena itu, maka strategi pemasaran penginapan harus di arahkan kepada wisatawan lokal yang dapat dilakukan melalui media online, medsos atau dengan memasang baliho di pusat pusat keramaian kota," katanya,

Kedua, menunda waktu menginap setelah libur lebaran. Penerapan peraturan Menhub 13 tahun 2021 telah mengakibatkan sebagian besar reservasi masa libur Lebaran dibatalkan. Pemilik penginapan dapat mencegah canceled menjadi delayed dengan memberikan special rate atau insentif lainnya, misalnya mengirimkan suvenir khas yang membuat calon wisatawan rindu datang ke Bali.

Apalagi, perusahaan pasti suatu saat akan memberikan cuti kepada karyawannya mengingat saat ini cuti Lebaran dihapus pemerintah.

Ketiga, menyajikan paket makan di hotel retoran untuk keluarga atau kelompok terbatas dengan harga diskon. Paket ini sebaiknya dipopulerkan kepada masyarakat sekitar dan dikemas dalam bentuk paket buka puasa, Lebaran atau event lainnya. Hotel dapat mengubah komposisi pendapatan untuk sementara waktu dari semula berorientasi pada pendapatan kamar, kini menjadi orientasi pada restoran.

"Masyarakat pasti tertarik karena mereka akan merasa meskipun tidak bisa menginap di hotel, setidaknya mereka bisa makan di restoran hotelnya," sebutnya.

Terakhir, menyediakan paket Hampers, yaitu paket bingkisan yang disajikan secara unik dan menarik. Chain hotel maupun international hotel memiliki peluang bagus dalam membua hampers karena memiliki brand yang menjadi nilai tambah paket tersebut.

"Paket Hampers memiliki prospek cukup bagus karena dapat dikirimkan lintas provinsi," sebutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata bali Mudik Lebaran Larangan Mudik Lebaran
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top