Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SPAM Ayung I Bakal Digarap Dengan Skema KPBU

Proyek SPAM Ayung I akan dilaksanakan melalui mekanisme Prakarsa Badan Usaha (Unsolicited) sehingga dapat memberikan manfaat serta mendukung program percepatan Pemerintah Bali dalam penyediaan sistem air minum bagi Kawasan Strategis Bali Selatan yakni Sarbagita.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  19:17 WIB
Air bersih. - JIBI
Air bersih. - JIBI

Bisnis.com, DENPASAR — Pengerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ayung I untuk mendukung pelayanan air minum di Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan akan digarap dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra mengatakan SPAM Ayung I merupakan rangkaian dari Proyek Strategis Nasional untuk memenuhi kebutuhan air minum yang dialokasikan sebesar 1.750 liter per detik. Penyediaan air minum dari SPAM Ayung akan memasok kebutuhan masyarakat di Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita). Sumber air baku SPAM Ayung 1 akan diambil dari Waduk Sidan.

Menurutnya, proyek SPAM Ayung I akan dilaksanakan melalui mekanisme Prakarsa Badan Usaha (Unsolicited) sehingga dapat memberikan manfaat serta mendukung program percepatan Pemerintah Bali dalam penyediaan sistem air minum bagi Kawasan Strategis Bali Selatan yakni Sarbagita.

"Apalagi, Kawasan Sarbagita merupakan daerah yang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk tertinggi di Bali," katanya seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (18/2/2021).

Adapun kebutuhan air pada 2020 untuk seluruh Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan mencapai 4.936,33 liter/detik. Proyeksi hingga 2040, kebutuhan untuk keempat Kabupaten dan Kota tersebut mencapai 8.452 liter/detik, atau setara dengan 65% total kebutuhan air bersih Bali pada tahun tersebut.

Kapasitas penyediaan air bersih yang saat ini dimiliki Bali dinilai tidak dapat memenuhi kebutuhan hingga 2040, sehingga dibutuhkan perencanaan pembangunan infrastruktur.

"Aktivitas domestic (rumah tangga) dan non domestic di Kawasan Sarbagita yang sangat tinggi menyebabkan kebutuhan terhadap air bersih dalam jumlah yang besar," sebutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdam
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top