Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pinjaman Lunak ke Pelaku Pariwisata Bali, OJK: Memungkinkan Dilakukan

Rencananya, dana pinjaman lunak ini akan disalurkan ke pelaku usaha lewat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  17:38 WIB
Sejumlah perwakilan agen perjalanan pariwisata berswafoto dengan penari saat travel gathering bertajuk We Love Bali di kawasan Pantai Pandawa, Badung, Bali, Jumat (4/9 - 2020). \r\n
Sejumlah perwakilan agen perjalanan pariwisata berswafoto dengan penari saat travel gathering bertajuk We Love Bali di kawasan Pantai Pandawa, Badung, Bali, Jumat (4/9 - 2020). \\r\\n

Bisnis.com, DENPASAR – Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara mengatakan rencana pemberian pinjaman lunak kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali senilai total Rp9,9 triliun memungkinkan untuk dilakukan.

Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Giri Tribroto mengatakan skema penyaluran pinjaman lunak tersebut yang saat ini masih menjadi persoalan. Diakuinya, OJK bersama pemerintah pusat memang telah melakukan pertemuan mengenai rencana itu.

Namun, Giri tidak memahami detil mengenai pembahasan dalam pertemuan tersebut karena langsung dilakukan oleh Dewan Komisioner OJK. Pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali diminta untuk sabar menunggu mengenai kemungkinan pemberian pinjaman lunak tersebut.

"Kita menunggu sajalah, dari pemerintah provinsi memang menginginkan adanya bantuan bukan hanya ke pelaku UMKM tetapi juga pariwisata termasuk non UMKM, tetapi usul mengenai skemanya saya belum tahu," katanya kepada Bisnis, Jumat (29/1/2021).

Menurutnya, pemberian pinjaman lunak kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali memungkinkan karena kondisi mereka yang terpuruk. Apalagi, saat ini pelaku pariwisata di Bali saat ini hanya bisa berrgantung pada wisatawan domestik dan pergerakan manusia yang sangat terbatas.

"Jadi kalau memungkinkan ya mungkin, saya juga berharap pariwisata Bisa pulih lagi tetapi kenyataannya tetap harus mulai terbiasa untuk mendorong wisatawan domestik, kalau internasional kan masih belum," sebutnya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan pinjaman lunak senilai Rp9,9 triliun tersebut akan memastikan mesin pariwisata dapat terus hidup di tengah upaya pemulihan sehingga nantinya Bali siap menyambut wisatawan ketika pandemi telah teratasi.

Program ini dinilai akan menjadi darah segar bagi pariwisata dan ekonomi kreatif Bali. Rencananya, dana pinjaman lunak ini akan disalurkan ke pelaku usaha lewat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Cash is king, karena ini sekarang teman-teman pariwisata lokomotifnya berhenti dan ini bagaimana caranya lokomotif ini mulai dinyalakan," katanya seusai melakukan rapat di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Bali, Kamis (28/1/2021).

Sandi menjelaskan pihaknya telah bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk membahas mengenai kemungkinan pemberian pinjaman lunak kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

Selepas dari Bali, Sandi berencana akan bertemu dengan Menteri Perekonomian Arilanggo Hartanto untuk membahas kemungkinan pemberian pinjaman lunak ini.

"Saya bilang ke Pak Wagub supaya program ini bisa karena sudah sangat ditunggu dari teman-teman pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif," katanya.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengharapkan pinjaman lunak ini dapat segera bisa diakses pelaku usaha di Bali pada Januari 2021. Dia berharap pinjaman lunak tersebut dapat memberikan bunga dibawah kredit usaha rakyat (KUR) atau lebih rendah dari 3 persen.

"Secepatnya ya, kalau bisa Januari, harapan kita Januari," katanya.

Cok Ace, sapaan akrabnya, mengatakan pelaku usaha yang bisa mengakses pinjaman lunak tersebut kemungkinan akan diseleksi dengan beberapa kriteria. Sejumlah kriteria yang harus dipenuhi yakni perizinan, pemilik usaha yang berdomisili di Bali, hingga besar kecilnya kapasitas usaha.

"Maksimal berapa tidak ada, tergantung kemampuan dari masing-masing pelaku usaha, kan nanti juga akan melihat PHR," sebutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK pariwisata bali pinjaman lunak
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top