Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Begini Strategi Pengusaha Kopi di Bali Bertahan saat Pandemi

Dalam kondisi apapun budaya mengkonsumsi kopi tidak dapat digantikan oleh jenis minuman lainnya.
Ilustrasi./Bisnis.com
Ilustrasi./Bisnis.com

Bisnis.com, DENPASAR - Komang Sukarsana pengusaha kopi asal Pulau Dewata tidak kehabisan cara untuk mempertahankan usaha di tengah pandemi Covid-19 dengan mengubah segmen pasar yang disebabkan karena bergesernya pola konsumsi konsumen.

Awalnya Komang hanya menjual kopi spesialti dengan harga Rp80.000/kg, namun pandemi menyebabkan penurunan daya beli masyarakat terhadap kopi kelas satu, sehingga dia memilih untuk memasarkan komersial grade atau kopi kelas dua dengan harga Rp30.000/kg.

"Saat pandemi kami memasarkan 40 persen komersial grade, dan 60 persen special grade," tuturnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (27/1/2021).

Menurutnya, strategi ini mampu membantu perekonomian 200 orang petani mitra yang bekerjasama dengan Bali Arabika Roastery miliknya. Meskipun dari segi pemasaran seperti hotel, restoran, dan cafe sangat terdampak Covid-19. Namun untuk roastery lain yang menjadi mitranya di daerah luar Bali seperti Jakarta masih tetap eksis, bahkan penyerapan produk pada 2020 mencapai 39 ton atau meningkat 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya secara year on year (yoy).

Disisi lain, dia meyakini bertahannya usaha ini karena dalam kondisi apapun budaya mengkonsumsi kopi tidak dapat digantikan oleh jenis minuman lainnya. "Mungkin memang ada penurunan sedikit dari segi omzet karena tidak 100 persen specialti, tapi ini sudah cukup mengingat masih dalam situasi pandemi," tambahnya.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Lanang Aryawan mengatakan kopi memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan, adapun saat ini lahan budidayanya mencapai 35.000 hektare - 37.000 hektare.

Untuk luas kopi arabika yakni 13.000 hektare - 14.000 hektare dan kopi robusta mendominasi sekitar 23.000 hektare - 24.000 hektare.

Sementara itu, lanjutnya, pada musim panen raya, setiap hari kopi beras atau biji kopi kering dapat diperoleh hingga 15.000 ton. "Kopi memang menjadi komoditas andalan Bali," kata Lanang.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Luh Putu Sugiari
Editor : Miftahul Ulum

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper