Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pariwisata Terpuruk, Penjualan Listrik PLN di Bali Anjlok

Pelanggan bisnis menengah dengan daya 6.600 VA sampai 200 kVA (B2) mengalami penurunan konsumsi listrik sebesar 22 persen year-on-year (YoY). Konsumen untuk bisnis besar dengan daya di atas 200 kVA mengalami penurunan konsumsi hingga 44 persen YoY.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 08 Januari 2021  |  14:14 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir di Bali meninjau SPKLU PLN untuk pengisian energi mobil listrik. - Istimewa
Menteri BUMN Erick Thohir di Bali meninjau SPKLU PLN untuk pengisian energi mobil listrik. - Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR – Penjualan listrik pelanggan bisnis PT PLN (Persero) di Bali mengalami penurunan hingga 30 persen selama 2020 dibandingkan tahun lalu (year-on-year/YoY).

Berdasarkan data PLN yang diterima Bisnis, penurunan terjadi hampir di semua segmen pelanggan bisnis. Secara rinci, pelanggan bisnis menengah dengan daya 6.600 VA sampai 200 kVA (B2) mengalami penurunan konsumsi listrik sebesar 22 persen YoY. Konsumen untuk bisnis besar dengan daya di atas 200 kVA mengalami penurunan konsumsi hingga 44 persen YoY.

Pada Desember 2020, di tengah adanya libur natal dan tahun baru, konsumsi listrik pelanggan bisnis tercatat mengalai kenaikan secara bulanan (month-to-month/mtm). Kenaikan penjualan listrik untuk pelanggan bisnis mengalami kenaikan 9,83 persen mtm pada Desember 2020 dan rumah tangga pada Desember 2020 mengalami penurunan 2 persen mtm.

Senior Manager Distribusi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali Eko Mulyo mengatakan penjualan listrik perseroan di Pulau Dewata sangat bergantung dengan kondisi pariwisata. Kondisi pandemi saat ini masih sulit diprediksi sehingga pihaknya tidak dapat memproyeksi penjualan listrik pada tahun ini.

Hanya saja, dengan adanya program vaksinasi pada tahun ini, membawa optimisme akan peningkatan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Bali.

"Karena Bali dominan di pariwisata maka tergantung kebijakan kemudahan berwisata ke Bali. Nah itu sulit diprediksi," katanya kepada Bisnis, Jumat (8/1/2021).

Saat ini, untuk mendorong konsumsi listrik di Bali, PLN berupaya memberikan kemudahan pasang baru dan tambah daya. PLN juga melakukan sosialisasi penggunaan kompor induksi.

Selain itu, PLN mendukung program pemerintah daerah terkait penggunaan energi bersih.

"Sudah mulai banyak penggunaan motor listrik oleh masyarakat dan juga dunia usaha seperti taksi online," sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN bali
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top