Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sekitar 200 Pelaku Pariwisata Bali Ikuti Gerakan BISA

Jika destinasi wisata di Indonesia tidak bersih, tidak indah, tidak sehat, dan tidak aman, maka wisatawan tidak akan ada yang datang.
Ni Putu Sri Widyastini Susila
Ni Putu Sri Widyastini Susila - Bisnis.com 12 September 2020  |  16:56 WIB
Sejumlah penari menampilkan Tari Kecak untuk menghibur perwakilan agen perjalanan pariwisata saat kegiatan 'travel gathering' bertajuk 'We Love Bali' di kawasan Pantai Pandawa, Badung, Bali, Jumat (4/9/2020). Kegiatan yang diselenggarakan Bali Dwipa Tourism Industri tersebut mengundang perwakilan sekitar 150 agen perjalanan wisata dari seluruh Indonesia untuk mempromosikan dan memulihkan sektor pariwisata Bali khususnya bagi wisatawan domestik. - Antara/Fikri Yusuf
Sejumlah penari menampilkan Tari Kecak untuk menghibur perwakilan agen perjalanan pariwisata saat kegiatan 'travel gathering' bertajuk 'We Love Bali' di kawasan Pantai Pandawa, Badung, Bali, Jumat (4/9/2020). Kegiatan yang diselenggarakan Bali Dwipa Tourism Industri tersebut mengundang perwakilan sekitar 150 agen perjalanan wisata dari seluruh Indonesia untuk mempromosikan dan memulihkan sektor pariwisata Bali khususnya bagi wisatawan domestik. - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Gerakan Bersih, Indah, Sehat, dan Aman (BISA) di tiga destinasi wisata di Provinsi Bali pada 11 – 12 September 2020 sebagai upaya memasuki masa adaptasi kebiasaan baru.

Sekitar 200 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dilibatkan untuk turut serta melakukan bersih-bersih, serta penyemprotan disinfektan pada lokasi destinasi. Semua kegiatan ini dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Analis Kebijakan Kemenparekraf/Baparekraf, Guntur Sakti dalam sambutannya di Pantai Segara, mengatakan tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan perlindungan sosial bagi pelaku usaha pariwisata yang kehilangan penghasilan hingga pekerjaannya dan dalam melaksanakan program padat karya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Jika destinasi wisata di Indonesia tidak bersih, tidak indah, tidak sehat, dan tidak aman, maka wisatawan tidak akan ada yang datang. Hal ini yang menyebabkan Gerakan BISA begitu penting untuk diterapkan. Agar seluruh insan pariwisata siap kembali menyambut wisatawan pascapandemi,” ujarnya pada Jumat (11/9/2020).

Pelaksanaan kegiatan di Pulau Dewata ini dilakukan di 3 destinasi secara daring dan luring, antara lain di Pantai Segara yang berada di Kota Denpasar, Tirta Empul di Kabupaten Gianyar, dan Taman Edelweis di Kabupaten Karangasem.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, secara daring yang memberikan apresiasi atas digelarnya kegiatan bersih-bersih ini.

“Karena hal inilah yang dituntut oleh wisatawan supaya wisatawan tetap merasa percaya diri untuk berkunjung ke Bali. Oleh karena itu, kami mengajak untuk bersama-sama membangun kesadaran pelaku usaha pariwisata serta masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan dengan benar,” kata Putu Astawa.

Dalam kegiatan BISA ini, Kemenparekraf/Baparekraf memberikan peralatan kebersihan dan perlengkapan pendukung lainnya seperti wastafel dan tempat sampah, thermogun, faceshield, dan disinfektan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top