Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejari Selidiki Dugaan Korupsi Rp12,1 Miliar di RSUD Lombok Utara

Pembangunan IGD dan ICU di RSUD Lombok Utara total senilai Rp12,1 miliar diduga diwarnai tindak pindana korupsi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 September 2020  |  10:27 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, MATARAM - Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat memeriksa para pihak yang terkait dengan proyek pembangunan di RSUD Lombok Utara.

Pemeriksaan dilakukan sekaitan kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan gedung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lombok Utara.

Sejauh ini penanganan kasus dugaan korupsi tersebut baru masuk tahap penyelidikan.

"Penanganannya baru lidik," kata Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB Dedi Irawan di Mataram, Selasa (1/9/2020).

Dalam rangkaian penyelidikan, ujar Dedi, pihaknya telah memintai keterangan para pihak yang terlibat dan mengetahui jalannya proyek tersebut, mulai dari kontraktor pelaksana sampai ke dinas terkait.

"Bahasanya klarifikasi para pihak," ucap dia.

Dalam waktu dekat, lanjut Dedi, jaksa penyelidik mengagendakan cek fisik bangunan. Tujuannya, untuk melihat kesesuaian spesifikasi bangunan dengan perencanaan.

"Nantinya pasti turun bersama ahli konstruksi," ujar Dedi.

Proyek pembangunan yang menelan APBD Lombok Utara Tahun 2019 ini berkaitan dengan ruang instalasi gawat darurat (IGD) dan ICU pada RSUD Lombok Utara.

Untuk proyek ruang IGD RSUD Lombok Utara, pemerintah menyalurkan anggaran mencapai Rp5,4 miliar. Sedangkan untuk ruang ICU Rp6,7 miliar. Jika dijumlahkan, total anggaran yang disalurkan Rp12,1 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi ntb

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top