Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Faskes di Denpasar Adopsi Aplikasi Non Keramaian

Kota Denpasar menggunakan Aplikasi SpeedID untuk fasilitas kesehatan dan layanan public guna menghindari adanya antrian sekaligus mendukung penerapan social distancing serta physical distancing.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 06 April 2020  |  13:26 WIB
Salah seorang petugas mencoba aplikasi anti keramaian di Denpasar. Luh Putu Sugiari - bisnis
Salah seorang petugas mencoba aplikasi anti keramaian di Denpasar. Luh Putu Sugiari - bisnis

Bisnis.com, DENPASAR—Kota Denpasar menggunakan Aplikasi SpeedID untuk fasilitas kesehatan dan layanan public guna menghindari adanya antrian sekaligus mendukung penerapan social distancing serta physical distancing.

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan bahwa Dinas Kominfo Kota Denpasar bekerjasama dengan Bamboomedia, pembuat aplikasi lokal. Aplikasi SpeedID tersebut dapat diunduh pada Playstore dan AppStore agar terhubung ke layanan berbasis cloud ini. 

Dengan begitu, masyarakat tidak perlu berkerumun untuk mengantri, melainkan terdapat waktu dan layanan berbasis daring sehingga masyarakat tetap dapat mengakses layanan tanpa harus datang mengantri. Upaya ini sebagai langkah memutus penyebaran covid-19 sekaligus tetap dapat memberikan pelayanan bagi masyarakat.

“Aplikasi ini dapat membantu masyarakat untuk tetap memanfaatkan pelayanan public dan fasilitas kesehatan,” tuturnay dikutip dari siaran tertulis, Senin (6/4/2020).

Owner Bamboomedia Putu Sudiarta mengatakan aplikasi ini sudah ada sejak dua tahun lalu dan awalnya dibuat bukan terkait dengan penyebaran virus korona. Namun, aplikasi ini sangat tepat digunakan oleh penyedia layanan pada saat ini karena tepat. 

Dia menuturkan, sudah ada 100 instansi yang mengadopsi aplikasi Anti Keramaian ini, yang tersebar di Kota Denpasar, Jakarta, Yogja dan beberapa daerah lainnya. Denpasar yang paling banyak menggunakan aplikasi ini dan  digunakan diseluruh puskesmas serta rumah sakit.

Selain faskes, semua instansi yang mengumpulkan atau mendatangnya banyak orang juga dapat menggunakan aplikasi ini, seperti bank dan layanan publik lainnya. Putu menjelaskan, dengan menggunakan aplikasi Anti Keramaian jumlah orang yang datang dapat diatur melalui sistem.

"Sistem akan mengurai waktu kedatangan orang,  sehingga tidak terjadi kerumunan dan waktunya dinamis. Jadi seperti tempat mengantri tapi dalam bentuk layanan virtual," jelasnya.

Dia mencotohkan, ketika pasien mendapatkan Nomor 18, pada pukul 11.25 Wita. Maka pasien harus datang tepat waktu. Namun jika nomor antrian didepannya selesai lebih awal, maka waktu dalam sistem juga akan berubah mengikuti situasi.

"Jadi sangat fleksibel, sistem di instansi sudah terhubung langsung dengan individu melalui android masing-masing," tuturnya.

Dia menuturkan, sebelum adanya covid-19, aplikasi ini sudah diadopsi oleh beberapa klinik di area Denpasar. Salah satu klinik tersebut, imbuhnya, memiliki satu orang dokter bisa menerima 1.200 orang pasien setiap bulannya, namun tidak pernah terjadi penumpukan pasien. Klinik ini juga sudah menggunakan aplikasi anti keramaian sejak 5 bulanan lalu, dan 100 persen penggunananya harus pakai aplikasi untuk mengambil antrian.

"Jadi orang tidak kehilangan waktu hanya untuk menunggu atau mengantri di klinik tersebut," jelasnya 

Dalam aplikasi ini, lanjutnya, sudah tertera alamat mitra yang sudah bergabung. Sehingga, data pasien atau data nasabah, sudah berada di instansi sebelum orangnya datang. Seperti KTP, BJPS, atau surat ijin sudah diinstansi lebih dulu yang dikirim melalui apliaksinya langsung, jadi proses akan lebih cepat. Jika nasabah atau pasien tidak mau bertemu atau datang secara langsung. Mereka dapat memanfaatkan layanan video call di aplikasi whatsapp.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali denpasar Virus Corona
Editor : Feri Kristianto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top