Menteri BUMN Klaim Pembangunan Benoa Sesuai Aturan

Menteri BUMN Rini Soemarno mengklaim proyek penataan kawasan Pelabuhan Benoa berjalan dengan baik dan sudah mempertimbangkan dampak lingkungan serta kepentingan masyarakat umum dan adat-istiadat Bali.
Sultan Anshori
Sultan Anshori - Bisnis.com 10 September 2019  |  16:56 WIB
Menteri BUMN Klaim Pembangunan Benoa Sesuai Aturan
Dari kiri: Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Dirut Pelindo III Dodo Agung saat meninjau proyek reklamasi pengembangan pelabuhan Benoa Denpasar Selasa, (10/9/2019). - Bisnis/Sultan Anshori.

Bisnis.com, DENPASAR — Menteri BUMN Rini Soemarno mengklaim proyek penataan kawasan Pelabuhan Benoa berjalan dengan baik dan sudah mempertimbangkan dampak lingkungan serta kepentingan masyarakat umum dan adat-istiadat Bali.

Rini mengatakan, memang sudah seharusnya menjaga kelestarian alam dan juga kepentingan masyarakat setempat.

"Oleh sebab itu saya meminta kepada Dirut Pelindo III untuk melakukan penataan ulang dan menanam kembali pohon bakau yang rusak," ujarnya saat meninjau proyek reklamasi pengembangan pelabuhan Benoa Denpasar, Selasa (10/9/2019).

Rini mengatakan ke depan untuk mengakomodir kepentingan masyarakat yang dimaksud pihaknya akan membangun tempat upacara dan kanal air untuk mendukung kegiatan upacara melasti bagi masyarakat Hindu Bali.

Selain itu, Rini menyebut, juga akan memberikan akses bagi para nelayan tradisional dengan cara dibuatkan kanal untuk nantinya bisa dijadikan tempat parkir jukung milik nelayan setempat.

"Nantinya para nelayan akan lebih mudah, jika dulu para nelayan kesulitan untuk bekerja karena dangkalnya air laut di lokasi lama. Namun sekarang ini sudah dibikinkan kanal, sehingga kedalamannya cukup dan mereka dengan mudah bisa langsung melaut tidak menunggu sampai pasang tapi setiap saat sudah bisa melaut," ujarnya.

Rini mengatakan, sebagian pembangunan pelabuhan Benoa ini akan dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata mancanegara dengan dibangunnya dermaga kapal Cruise.

Meski sempat diprotes oleh masyarakat dan Pemda setempat, namun proyek pengembangan pelabuhan Benoa ini terus dilakukan.

Klian adat desa Banjar Pesanggaran, Desa adat Pedungan, Denpasar Selatan I Wayan Widiada mengatakan, saat ini pihaknya mengaku sudah mendukung proyek yang dikerjakan oleh pihak Pelindo III tersebut dengan catatan harus memperhatikan aspek lingkungan dan aturan adat istiadat masyarakat lokal Bali.

Widiada menyebut, dukungan yang saat ini dia berikan bukan tanpa alasan, melainkan sudah melalui berbagai pertimbangan. Apalagi kata Widiada, saat ini pemerintah sudah bersedia menata ulang kembali kawasan hutan bakau yang mati. Selain itu, dari aspek kemanfaatan adat dan kepentingan masyarakat sudah dibangun area untuk upacara melasti.

Widiade juga menambahkan, masyarakat juga disediakan kanal bagi nelayan tradisional dimana nantinya akan dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan setempat untuk tempat parkir perahu.

"Kami sudah disediakan lahan khusus untuk melasti seluas satu hektare yang nantinya lahan tersebut akan diperuntukkan untuk kepentingan pura suci dan masyarakat yang sedang melakukan prosesi upacara Melasti," ujarnya.

Pihaknya akan terus mengawal proses penyelesaian penyediaan lahan untuk melasti tersebut, karena dalam tempo waktu tahun depan umat hindu Bali akan melangsungkan upacara puncak Melasti besar di tempat ini.

"Jadi tidak ada lawan lagi kami tidak mendukung proyek ini," jelasnya.

Sebelumnya, proyek pengembangan pelabuhan Benoa tersebut sempat disoal dan dihentikan oleh Gubernur Bali Wayan Koster melalui surat protes resmi tertanggal 26 Agustus lalu. Koster menilai, proyek tersebut tidak sesuai dengan analisis dampak lingkungan (AMDAL) dimana akibat pengerukan tersebut menyebabkan lahan pohon bakau mati.

Selain itu, proyek tersebut dinilai tidak sesuai dengan asas manfaatnya, yang mana direncanakan akan di bangun pusat bisnis baru seperti hotel, restoran dan pusat perbelanjaan.

Namun, saat ini proyek tersebut sudah dianulir ulang oleh pemerintah pusat dengan mengganti asas pemanfaatan pelabuhan untuk mendukung aktivitas penuh pelabuhan Benoa. Misalnya di lahan dumping dua akan dibangun tangki minyak avtur, pangkalan minyak untuk kapal Cruise, dan lain sebagainya. Sementara untuk di dumping satu akan dibangun dermaga Cruise untuk bisa menampung kapal Cruise dengan kapasitas lebih banyak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelabuhan benoa

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top