Kaderisasi Penenun Kain Tradisional, Ini Upaya Pemkot Denpasar

Pemkot Denpasar terus berupaya melahirkan generasi baru penenun kain tradisional endek dan mendorong kreasi serta inovasi mengikuti tren fesyen masa kini.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 08 Juli 2019  |  18:45 WIB
Kaderisasi Penenun Kain Tradisional, Ini Upaya Pemkot Denpasar
Ketua Dekranasda Denpasar Ida Ayu Selly Dharmawijaya Mantra (kiri) berbincang dengan peserta pelatihan kain tenun endek.

Bisnis.com, DENPASAR—Pemkot Denpasar terus berupaya melahirkan generasi baru penenun kain tradisional endek dan mendorong kreasi serta inovasi mengikuti tren fesyen masa kini.

 

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat melakukan pembinaan kemampuan teknologi industri di antaranya pelatihan bagi penenun endek yang telah 9 tahun dilaksanakan.

 

Ketua Dekranasda Denpasar Ida Ayu Selly Dharmawijaya Mantra mengatakan perkembangan fesyen saat ini seieing majunya teknologi informasi ikut mendorong perkembangan kain-kain tradisional, termasuk tenun ikat, di seluruh wilayah Nusantara. 

 

“Denpasar berpotensi memajukan dan mengembangkan kain tradisional endek melalui kreativitas dan inovasi untuk menghasilkan produk tekstil sesuai dengan tuntutan pasar,” katanya, Senin (8/7/2019).

 

Menurut Selly saat ini pelaku industri kecil menengah (IKM) kain endek masih sangat minim sehingga perlu melahirkan banyak sumber daya terampil untuk pengembangan proses produksi terutamna meningkatkan kualitas dan produksi tenun endek.

 

Kata dia regenerasi penenun kain endek melalui berbegai pelatihan sangat diperlukan, termasuk pembinaan berkelanjutan agar dapat mengatasi berbagai masalah yang dihadapi para pelaku IKM kain endek.

 

Selama sepekan ini 15 perajin tenun di Kota Denpasar digembleng mengikuti pelatihan untuk meningkatkan keterampilan memproduksi kain endek. Pelatihan yang telah memasuki tahun ke-9 ini diharapkan melahirkan generasi penerus pelau IKM kain endek.

 

Selai itu, Selly berharap dari kegiatan pelatihan ini dapat melestarikan dan mengembangkan tenun endek yang saat ini permintaan pasar cukup tinggi.

 

“Kami terus mendukung berbagai upaya untuk pengembangan kain endek, termasuk melalui promosi, fashion show dan kegiatan duta endek setiap tahunm” katanya.

 

Kata dia berbagai langkah ini agar kain endek bisa lebih memasyarakat, tidak hanya dipergunakan sebagai kain untuk persembahyangan, tetapi juga berkembang emnjadi tren fesyen seperti modifikasi endek dengan t-shirt, celan panjang, hingga variasi untuk pakaian pesta.

 

Salah satu narasumber kain endek I Gusti Made Arsawan mengatakan Denpasar membutuhkan berbagai varian produk endek untuk memenuhi permintaan pasar. Pelatihan ini memberikan tuntunan mulai dasar, teknik tenun, desain, hingga produksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
denpasar, tenun

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top