Industri Fesyen Lokal di Bali Menjamur, Omzet Ratusan Juta

Industri fesyen lokal di Bali menjamur lantaran omzet yang terbilang tinggi yakni dapat mencapai ratusan juta rupiah selama mengikuti suatu pameran.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 18 Februari 2019  |  15:25 WIB

Bisnis.com, DENPASAR – Industri fesyen lokal di Bali menjamur lantaran omzet yang terbilang tinggi yakni dapat mencapai ratusan juta rupiah selama mengikuti suatu pameran.

Wakil Ketua Paradise Island Clothing Association (PICA) Fest Yudistira Putra mencontohkan rata-rata omzet yang didapat satu brand clothing di Bali mencapai Rp300 juta hingga Rp700 juta selama mengikuti festival industri fesyen lokal terbesar di Pulau Dewata tersebut.

Nilai tersebut belum termasuk rata-rata penjualan normal tanpa mengikuti suatu event.

Menurutnya, omzet yang cukup besar tersebut menyebabkan bisnis ini begitu menjamur. Belum lagi, perkembangan musik dan komunitas yang terus tumbuh di Bali.

Munculnya musisi-musisi baru juga ikut mengembangkan bisnis fesyen lokal. Fesyen yang dihadirkan biasanya menggambarkan aliran musik tertentu maupun gaya musisi.

“Pada 2011 menjadi tahun bekrembangnya brand-brand clothing baru di Bali,” katanya, Senin (18/2/2019).

Dalam perkembangannya, desain fesyen di Bali saat ini pun lebih menyasar masyarakat umum. Sebelumnya, desain fesyen yang dikeluarkan adalah bertema street wear dengan gambar-gambar metal punk.

Saat ini, desain-desain yang ditonjolkan pun lebih sederhana dan tidak terbatas pada anak muda. Bahkan, fesyen garapan industri lokal ini juga mulai banyak masuk pusat perbelanjaan besar.

“Rata-rata harga satu clothing paling murah Rp200.000, peminatnya pun tidak terbatas pada anak muda sekarang, bahkan bapak-bapak juga,” katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, fesyen

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top