Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2018, Pertumbuhan Penjualan Listrik di NTB Naik 6%

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) mencatat pertumbuhan penjualan listrik di Provinsi NTB meningkat 6% pada tahun 2018. Tercatat, penjualan listrik pada tahun 2017 sebesar 1.677 GWh (Gigawatt Hour) meningkat menjadi 1.776 GWh pada tahun 2018.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 14 Januari 2019  |  09:45 WIB
2018, Pertumbuhan Penjualan Listrik di NTB Naik 6%
Ilustrasi - Pekerja memasang jaringan kabel ke tower milik PT PLN yang akan dialiri listrik dari PLTU IPP 3 Kendari, di Desa Pousu Jaya, Konda, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu (7/11/2018). - Antara/Jojon

Bisnis.com, MATARAM - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) mencatat pertumbuhan penjualan listrik di Provinsi NTB meningkat 6% pada tahun 2018. Tercatat, penjualan listrik pada tahun 2017 sebesar 1.677 GWh (Gigawatt Hour) meningkat menjadi 1.776 GWh pada tahun 2018. 

General Manager PLN UIW NTB, Rudi Purnomoloka menilai peningkatan penggunaan listrik ini menunjukan bahwa tingkat konsumsi listrik masyarakat meningkat.

“Naiknya penggunaan listrik ini menjadi sinyal positif bahwa ekonomi masyarakat NTB terus tumbuh,” ujar Rudi seperti dikutip Bisnis.com dalam keterangan resmi yang diterima di Mataram, Senin (14/1/2019). 

Rudi menyebut, selain faktor pertumbuhan ekonomi salah satu faktor yang mendukung peningkatan penjualan listrik ini adalah terus meningkatnya rasio elektrifikasi. 

Sepanjang tahun 2018, rasio elektrifikasi NTB telah mengalami pertumbuhan sebesar 10% dari 82% pada 2017 meningkat menjadi 92% di 2018. 

Peningkatan rasio elektrifikasi ini didorong dengan adanya program listrik desa (lissa), yaitu dengan melakukan perluasan jaringan listrik ke daerah-daerah terpencil yang belum teraliri listrik. Contohnya, pembangunan kabel laut untuk melistriki Gili Gede di Lombok Barat.

“Tahun 2018 juga bisa kita tutup dengan 100% desa di NTB telah terlistriki, setelah Desa Sarae Ruma dan Desa Pusu di Kabupaten Bima berhasil kami listriki,” tambah Rudi.

Selain itu, adanya inovasi-inovasi yang dilakukan PLN, untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam memperoleh layanan PLN dinilai juga mendorong penjualan listrik.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik di Provinsi NTB, pada tahun 2019, beberapa pembangkit baru yang saat ini sedang dalam proses konstruksi juga akan beroperasi, diantaranya PLTMGU Lombok Peaker berkapasitas 150 MW, PLTU Sumbawa Barat berkapasitas 2x7 MW, serta PLTMG Sumbawa dan PLTMG Bima masing-masing berkapasitas 50 MW.    

Penambahan pasokan daya listrik ini diharapkan dapat memberi dukungan pada peningkatan perekonomian masyarakat hingga industri. Selain itu, ketersediaan pasokan daya membuat PLN optimis dapat memenuhi kebutuhan listrik di NTB, baik untuk peningkatan rasio elektrifikasi, maupun untuk mendorong investasi.

“Pasokan listrik kami siapkan. Oleh karena itu, kami mengundang para investor untuk membangun bisnisnya di NTB. Tidak perlu khawatir dengan masalah listrik, PLN akan siapkan berapapun kebutuhannya,” ujar Rudi. 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN bpr nusa tenggara barat
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top