Rampung 90%, Pasar Badung Ditarget Beroperasi Januari 2019

Pembangunan Pasar Badung tahap II telah 90% dan ditarget dapat digunakan secara optimal pada awal Januari 2018.
Ni Putu Eka Wiratmini | 26 November 2018 16:38 WIB
Pasar murah diadakan TPID Bali di area Pasar Badung Denpasar. - Bisnis/Natalia Indah Kartiningrum

Bisnis.com, DENPASAR – Pembangunan Pasar Badung tahap II telah 90% dan ditarget dapat digunakan secara optimal pada awal Januari 2018.
 
Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta mengatakan pihaknya optimistis penyelesaian pembangunan Pasar Badung Tahap II akan selesai tepat waktu yakni pada 20 Desember 2018. Setelah pembangunan, pedagang dapat menggunakan pasar tersebut.
 
Adapun saat ini pembangunan masih pada tahap finishing seperti penempelan ornamen dan pemasangan plafon. Sementara, pekerjaan utama seperti struktur bangunan, atap, kios, dan los telah dibangun. 

“Kita optimistis bisa rampung tepat waktu dan sekarang tinggal finishing saja,” katanya.  

Direktur Utama PD Pasar Kota Denpasar IB Kompyang Wiranata mengatakan sesuai dengan kontrak pengerjaan, pembangunan Pasar Badung tahap II akan rampung pada 20 Desember 2018. Dengan rampungnya pembangunan, artinya pasar sudah bisa digunakan. Rencanannya pada 22 Desember 2018, akan dilakukan upacara melaspas atau penyucian menurut Hindu Bali sebelum pasar digunakan.
 
Saat melaspas itu pula, pedagang sudah bisa berpindah dari lokasi berjualan sementara yang ada di Tiara Grosir ke kios baru mereka di Pasar Badung. Hanya saja, beberapa pedagang merasa keberatan untuk berpindah karena saat itu pertepatan dengan hari raya, yakni Galungan dan Kuningan.
 
Adapun Galungan dan Kuningan baru akan berakhir pada awal Januari 2019. Sehingga, sebagian besar pedagang bersepakat untuk berpindah dan mulai berjualan di bangunan Pasar Badung yang baru pada awal Januari 2019.
 
“Rencananya kita mau akhir Desember 2018, tetapi karena sesuai hasil komunikasi dengan pedagang meminta supaya diundur jadi setelah Kuningan yakni awal Januari 2019,” katanya kepada Bisnis, Senin (26/11/2018).
 
Kata dia, Pasar Badung akan menjadi pasar rakyat dengan pelayanan modern. Pasar akan dilengkapi dengan lift dan eskalator untuk memudahkan pergerakan. Di dalam pasar juga akan ada fasilitas public seperti tempat menyusui.
 
Ada 1.698 kios yang akan disediakan dan jumlahnya sama dengan sebelum terjadi kebakaran. Tujuannya agar semua pedagang yang terdampak kebakaran pasar Badung sebelumnya dapat terfasilitasi. 

Pasar Badung sendiri akan terbagi menjadi empat lantai. Lantai pertema untuk pedagang daging, lantai kedua untuk sayur dan buah, lantai ketiga untuk kue basah dan alat rumah tangga, serta lantai empat untuk busana. 

Ukuran kios dan los memang semakin sempit karena memaksimalkan ruang gerak pedagang dan pembeli. Adapun luas kios Pasar Badung nantinya adalah seebsar 2.5 meter kali 3 meter.

Selain itu, Pasar Badung akan menerapkan standar tertentu untuk meminimalisir kebakaran. PAsar Badung memiliki penampungan air yang letaknya diatas gedung untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran. Hidran dan alat pendeteksi asap juga dipasang.
 
Pasar Badung juga dilengkapi dua basement untuk tempat parkir kendaraan. Kedua basement tersebut mampu menampung sekitar 150 mobil dan 300 motor.
 
“Ini akan menjadi pasar rakyat yang modern. Kita harapkan lift dan eskalator berfungsi optimal karena Pasar Badung adalah ikon di Bali,” katanya. 

Tag : badung, pasar badung
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top