Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bali Bidik 6 Juta Kunjungan Wisman, Lebih Rendah dari Target Pusat

Bali menargetkan 6 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2024. Target ini lebih rendah dari yang ditargetkan pemerintah pusat sebanyak 7 juta wisman.
Wistawan mancanegara berjalan menyusuri pantai di kawasan Nusa Dua, Bali./Reuters- Nyimas Laula
Wistawan mancanegara berjalan menyusuri pantai di kawasan Nusa Dua, Bali./Reuters- Nyimas Laula

Bisnis.com, DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali menargetkan 6 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2024. Target ini lebih rendah dari yang ditargetkan pemerintah pusat sebanyak 7 juta wisman. 

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Ida Ayu Indah Yustikarini menjelaskan alasan target kunjungan wisman di bawah nasional karena mempertimbangkan kapasitas atau kemampuan Bali yang dinilai baru bisa menerima 6 juta wisman. Selain itu Bali saat mengutamakan kualitas destinasi agar wisman yang datang tidak merasa kecewa. 

Apalagi Bali saat ini menghadapi masalah kemacetan dan sampah yang mulai dikeluhkan oleh wisatawan. "Untuk target kunjungan wisatawan mancanegara di 2024, sejumlah 6 juta kunjungan. Walaupun pak Sandi (Menparekraf) menargetkan Bali 7 juta wisman, kami saat ini memikirkan kapasitas, tidak hanya kuantitas saja tapi juga kualitas wisatawan," jelas Indah dikutip, Senin (25/3/2024). 

Pada 2023, kunjungan wisman ke Pulau Dewata sejumlah 5,3 juta wisatawan, paling banyak berasal dari Australia, China, India, Inggris dan Amerika Serikat. Pada 2024 Indah menjelaskan ada tiga negara yang dibidik sebagai sumber utama wisman Bali yakni Australia, China dan India. 

Khusus wisman dari China, terdapat pergeseran preferensi wisman pasca pandemi yang patut perlu diantisipasi salah satunya dengan melakukan penyesuaian terhadap paket-paket wisata yang ditawarkan sehingga tetap sesuai dengan permintaan pasar, seperti preferensi wisman Tiongkok bergeser dari culture dan experience tourism menjadi event tourism.

Sedangkan untuk kunjungan wisatawan nusantara, Pemprov Bali menargetkan 10 juta kunjungan. Jadi total Bali menargetkan 16 juta kunjungan wisatawan di 2024. 

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja menjelaskan arah pariwisata Bali ke depan diharapkan lebih fokus pada quality tourism dan tidak selalu identik dengan kunjungan wisman high end, namun terkait upaya untuk meningkatkan length of stay wisatawan dan menciptakan branding Bali yang positif agar terjadi kunjungan yang berulang. Untuk meningkatkan kualitas pariwisata Bali, perlu didorong event atau atraksi yang memiliki story telling dan konsep berkelanjutan. 

Selain itu dukungan kemudahan bertransaksi non tunai lintas batas, tersedianya konektivitas langsung dari negara kantong wisman dan promosi yang efektif merupakan daya dorong untuk meningkatkan kunjungan. Pengembangan desa wisata juga dinilai menjadi salah satu langkah alternatif potensial daya tarik wisatawan untuk mewujudkan pariwisata berkualitas di Bali. 

"Desa wisata memiliki keunggulan karena mengangkat nilai-nilai kebudayaan lokal dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar termasuk pengembangan UMKM. Kolaborasi dan sinergi antara berbagai pihak (pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi, dll) juga sangat esensial dalam mendorong pariwisata berkualitas," jelas Erwin.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper