Kopi dan Vanili Jadi Komoditas Ekspor Andalan Bumi Sasambo

Komoditas kopi dan vanili menjadi komoditas andalan karena tren perdagangan dua komoditas tersebut terbilang konsisten.
Petani vanili di Desa Loha, Macang Pacar, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT)./Bisnis - Himawan L Nugraha.
Petani vanili di Desa Loha, Macang Pacar, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT)./Bisnis - Himawan L Nugraha.

Bisnis.com, DENPASAR – Di tengah dominannya ekspor komoditas tambang dari Nusa Tenggara Barat (NTB), berbagai upaya dilakukan untuk mendongkrak ekspor komoditas nontambang agar perdagangan NTB memiliki dampak yang lebih luas. 

Menurut data Bank Indonesia, dalam tiga tahun terakhir, komoditas kopi dan vanili menjadi komoditas andalan karena tren perdagangan dua komoditas tersebut terbilang konsisten.

Kopi NTB contohnya telah diekspor sebanyak 60 ton per tahun ke Korea Selatan sejak 2021. Kopi NTB yang tersebar di sejumlah Kabupaten seperti Lombok Timur, Utara hingga Sumbawa dikenal memiliki kualitas yang baik sehingga diminati pasar global, baik untuk robusta maupun arabica.

Vanili juga setiap tahun selalu diekspor NTB, dan volumenya terus meningkat dari  yang awalnya berkisar di angka 1 ton per tahun, kini sudah tembus di atas 3 ton. Pada 2024 saja, ekspor vanili ke Amerika Serikat mencapai 3,36 ton, yang paling tinggi adalah pada 2022, NTB bisa mengekspor 6 ton vanili ke Amerika Serikat, dan di 2021 volume ekspor 3 ton. 

Pengembangan vanili di NTB tersebar di sejumlah Kabupaten, utamanya di Lombok Timur, kemudian Lombok Utara hingga Lombok Barat. Daerah dataran tinggi NTB yang berada di bawah Gunung Rinjani, dinilai cocok untuk komoditas vanili. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry A Harahap menjelaskan Bank Indonesia terus mendorong peningkatan ekspor komoditas melalui berbagai program unggulan terencana.

“KPw BI Provinsi NTB melalui RIRU (Regional Investor Relation Unit) memfasilitasi promosi perdagangan untuk UMKM potensial ekspor, diantaranya melalui one on one meeting secara virtual, showcase di luar negeri, pengiriman sampel, serta fasilitasi on site visit potensial buyer. Dari berbagai upaya tersebut, antusiasme dan permintaan calon buyer dari luar negeri terhadap komoditas unggulan di Provinsi NTB tercatat sangat tinggi, yang menunjukkan bahwa kualitas produk yang dimiliki daerah ini memiliki daya saing di pasar global,” jelas Berry dari keterangan resminya, Kamis (1/2/2023)

Selain dua komoditas tersebut, NTB juga mengekspor ketak sebanyak 37.000 pcs ke Arab Saudi, kemudian 2 kontainer rumput laut ke China, 1 ton Jahe ke Pakistan, 1 ton manggis ke Uni Emirat Arab dan China dan sarang burung walet ke China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper