Penjualan Listrik di Bali Tumbuh 16,16 Persen, Sinyal Positif Ekonomi

Penjualan listrik sektor industri perhotelan dan kawasan hiburan meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2022 yakni sebesar 24.06% atau 2.933, 54 GWh.
Teknisi Pengerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) mengerjakan perawatan jaringan listrik, di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (2/1/2019)./Bisnis-Paulus Tandi Bone
Teknisi Pengerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) mengerjakan perawatan jaringan listrik, di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (2/1/2019)./Bisnis-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, DENPASAR - PT PLN (Persero) mencatatkan pertumbuhan penjualan tenaga listrik di Bali sebesar 16,16%, yakni mencapai 6.354,53 gigawatt hour (GWh) sepanjang tahun 2023.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali I Wayan Udayana, di Denpasar, Rabu (31/1/2024), menjelaskan peningkatan ini dipicu adanya pemulihan perekonomian khususnya di sektor pariwisata yang telah bangkit setelah pandemi Covid-19 melanda.

“Beberapa pelanggan premium PLN yang sebelumnya mengajukan penurunan daya akibat terdampak pandemi Covid-19, kini sekitar 97 persen telah kembali pulih ke daya semula,” katanya pula.

Menurut Udayana, peningkatan penjualan listrik di Bali dipicu oleh adanya kegiatan pariwisata yang makin menggeliat serta banyaknya rute penerbangan, baik domestik dan internasional yang telah dibuka kembali.

Penjualan tenaga listrik di sektor pariwisata yang terdiri dari industri perhotelan dan kawasan hiburan mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2022 yakni sebesar 24.06% atau 2.933, 54 GWh.

Tak hanya faktor eksternal yang turut menyumbang kenaikan penjualan tenaga listrik, namun juga berbagai strategi pemasaran PLN mampu berkontribusi terhadap tren positif tersebut.

“PLN secara agresif melakukan penetrasi pasar melalui program-program, antara lain electrifying agriculture, electrifying lifestyle, dan electrifying tourism yang dihadirkan untuk memberi kemudahan kepada pelanggan dan pelaku usaha dalam memperoleh akses listrik dan meningkatkan produktivitas,” katanya menjelaskan.

Tak hanya itu, dirinya juga menambahkan bahwa banyaknya kegiatan meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE) yang makin meningkat di Bali ikut menyumbangkan peningkatan penjualan tenaga listrik.

“Kami memiliki program layanan pesta atau penyambungan sementara, yang diperuntukkan bagi pelanggan yang ingin melakukan kegiatan tanpa perlu repot menyewa atau mendatangkan genset untuk memperoleh listrik,” katanya lagi.

Selain itu, adanya promo tambah daya yang diluncurkan dalam menyambut event tertentu selama tahun 2023, ikut mendorong peningkatan penjualan tenaga listrik.

“PLN hadir untuk mendukung peningkatan perekonomian masyarakat dan diharapkan berbagai program yang telah diluncurkan mampu memberikan sumbangsih terhadap pembangunan khususnya di wilayah Bali,” kata Udayana pula.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Redaksi
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper