PLN Tambah Mesin Pembangkit Antisipasi Kenaikan Konsumsi Listrik di Lombok

Beban puncak tertinggi pada tahun 2023 di Pulau Lombok sebesar 320,54 MW, terjadi kenaikan sebesar 8,2%.
Menara pendingin dan cerobong asap PLTU batu bara. Ilustrasi./Bloomberg-Waldo Swiegers.
Menara pendingin dan cerobong asap PLTU batu bara. Ilustrasi./Bloomberg-Waldo Swiegers.

Bisnis.com, DENPASAR – PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai merealisasikan sewa mesin pembangkit untuk menambah suplai listrik sebesar 5 MW ke sistem kelistrikan Lombok yang konsumsinya terus menunjukkan peningkatan.

Tambahan sewa mesin pembangkit sudah dimulai sejak 6 Januari 2024 lalu dan secara bertahap dilakukan proses instalasi serta serangkaian pengujian sebelum akhirnya bisa mulai memasok sistem kelistrikan Lombok. Pasokan sebesar 5 MW dari kapasitas 15 MW rencana penambahan sewa mesin pembangkit telah berhasil masuk dalam sistem kelistrikan Lombok.

General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo menyebutkan bahwa terjadi peningkatan konsumsi listrik pelanggan PLN. Beban puncak tertinggi pada tahun 2023 di Pulau Lombok sebesar 320,54 MW, terjadi kenaikan sebesar 8,2% jika dibandingkan dengan beban puncak tertinggi pada tahun sebelumnya.

Hal ini dimungkinkan karena terjadinya cuaca ekstrem yang terjadi hampir sepanjang pertengahan tahun 2023 yang memicu peningkatan pemakaian listrik oleh pelanggan, selain itu juga ditengarai oleh membaiknya perekonomian di Nusa Tenggara Barat pasca terjadinya pandemi Covid.

“Kami mencatatkan penjualan tenaga listrik sepanjang 2023 di Pulau Lombok tumbuh sebesar 9,41% jika dibanding 2022, atau setara dengan 155.553.731 kWh. Kami bersyukur bahwa hal ini mengindikasikan masyarakat NTB terus bangkit dan terus tumbuh,” jelas Djarwo dari siaran pers, Senin (29/1/2023).

Terkait dengan penambahan sewa mesin pembangkit yang mulai mensuplai kebutuhan masyarakat di Pulau Lombok, Djarwo mengupayakan agar 15 MW rencana penambahan sewa mesin pembangkit bisa tuntas mulai beroperasi di Januari 2024. Selain 15 MW tambahan sewa mesin pembangkit di bulan Januari 2024, PLN juga berencana menambah sewa mesin pembangkit berkapasitas 25 MW yang direncanakan mulai beroperasi pada Maret 2024.

“Kami mengupayakan agar seluruh rencana penambahan sewa mesin pembangkit sebesar 15 MW bisa segera mensuplai kebutuhan masyarakat,” ujar Djarwo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper