Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Petani Beras Organik di Tabanan Melek Digital Karena KUR

Kelompok Tani Somya Pertiwi di Mangesta terbebas dari jerat utang dan sekaligus mengerti adanya kemudahan digital paska mendapatkan bantuan kredit usaha rakyat.
ilustrasi beras
ilustrasi beras

Bisnis. DENPASAR—Sinergi perbankan dan digitalisasi kini benar-benar memberikan manfaat besar bagi petani di Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

Kolaborasi tersebut membuat Kelompok Tani Somya Pertiwi di Mengesta terbebas dari jerat utang dan sekaligus mengerti adanya kemudahan digital paska mendapatkan bantuan kredit usaha rakyat (KUR) dan pembuatan rekening di BRI. Ketua Kelompok Tani Somya Pertiwi I Nengah Suarsana menuturkan, anggotanya sekarang dengan mudah dapat membayar cicilan karena suku bunganya rendah sekaligus cukup dengan ditransfer.

“Sebelumnya harus bayar tunai dan bunganya tinggi. Mereka sudah senang sekarang,” tuturnya kepada Bisnis, Rabu (28/6/2023).

Kelompok Tani Somya Pertiwi beranggotakan sebanyak 106 orang petani dari wilayah desa yang terletak di kaki Gunung Batukaru. Luasan lahan yang dikelola kelompok ini mencapai 60 hektare yang seluruhnya ditanami beras dengan sistem organik. Berdiri sejak 2004, kelompok ini merupakan salah satu pioneer petani beras organik di Pulau Dewata. Kelompok ini terbilang mandiri karena mulai pengusahaan di hulu seperti pembuatan pupuk kendang hingga pemasaran dilakukan secara oleh anggota.

Setiap 6 bulan, produksi beras organik yang dihasilkan kelompok ini mencapai 300 ton. Beras-beras tersebut dipasarkan ke Jakarta dan Bali dengan jenama Jatiluwih, melalui distributor di Kota Denpasar. Di kalangan masyarakat, beras Jatiluwih masuk kategori beras premium karena harganya di atas harga rata-rata beras non organik.

Suarsana menuturkan sebelum mengenal perbankan, banyak anggotanya harus meminjam uang dengan suku bunga tinggi demi dapat menghasilkan beras organik. Akibatnya, cicilan kredit yang ditanggung sangat berat. Khususnya ketika pandemi Covid-19 merebak dan berdampak dengan turunnya daya beli masyarakat.

Suarsana menceritakan anggota kelompok akhirnya bisa bernafas lega. Kehadiran BRI dengan KUR yang suku bunganya sangat rendah membantu para petani beras organik anggotanya melunasi cicilan tinggi tersebut.  Mereka juga mulai melek digitalisasi karena difasilitasi pembuatan rekening tabungan. Kepemilikan ini membantu mempermudah pembayaran cicilan, dari sebelumnya harus membayar dengan uang tunai.

“Dulu kami kritik mana peran pemerintah? Kurang adil bagi petani. Sekarang tidak berani lagi soalnya memang sudah difasilitasi,” jelasnya sambil tertawa.

Menurutnya, kemudahan ini sangat membantu anggotanya untuk fokus bertani. Mereka juga bisa menikmati hasil pertanian organik dengan pendapatan per bulan setara dengan PNS golongan paling rendah. Suarsana mengakui permintaan akan beras organik Tabanan sebenarnya sangat besar. Hanya saja lahan anggotanya terbatas sehingga hasil panen juga tidak bisa ditingkatkan. Apalagi dengan munculnya sistem penjualan online, permintaan yang masuk semakin besar. Petani Somya Pertiwi sampai harus menolak permintaan yang masuk karena keterbatasan tersebut.

Regional CEO BRI Denpasar Wilayah Bali NTB NTT Recky Plangiten menjelaskan sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang banyak mengajukan permodalan selain sektor perdagangan besar dan eceran, perburuan, dan kehutanan, dan industri pengolahan. Sampai dengan Januari-Mei 2023, BRI RO Denpasar Bali-NTB-NTT telah menyalurkan dana KUR sebesar Rp2,76 triliun.

“Khusus untuk wilayah Bali, tersalurkan sebesar Rp1,34 triliun,” jelasnya.

Adapun jumlah debitur yang telah diberikan KUR , sekitar 622.000 orang di tiga provinsi. Khusus untuk wilayah Bali telah tersalurkan kepada 265.000 lebih debitur. Rata-rata nominal pinjaman yang diajukan dengan plafond sebesar Rp.50 Juta. Dia menegaskan sektor pertanian merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Bali.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Feri Kristianto
Editor : Feri Kristianto
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper