Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Krisis Air Ancam Pulau Nusa Penida

Masyarakat di Nusa Penida harus membeli air dengan harga yang mahal, mereka bisa mengeluarkan di atas Rp1 juta untuk kebutuhan air.
Pantai Atuh di Nusa Penida./Istimewa
Pantai Atuh di Nusa Penida./Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR – Krisis air bersih kembali mengancam Pulau Nusa Penida, Bali setelah memasuki musim kemarau pada 2023 yang dimulai sejak Mei lalu.

Ancaman krisis air menjadi masalah tahunan di pulau Nusa Penida, hingga saat ini masih belum ada solusi permanen yang berhasil direalisasikan di pulau yang menjadi favorit wisatawan mancanegara tersebut.

Untuk mengatasi kebutuhan air selama musim kemarau, sebagian masyarakat Nusa Penida harus membeli air dengan harga yang mahal, seperti yang diungkapkan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali dalam sidang paripurna, I Ketut Juliartha.

Dia menjelaskan masyarakat harus menghabiskan Rp1 juta setiap bulan untuk membeli air bersih jika terjadi musim kemarau.

“Masyarakat di Nusa Penida harus membeli air dengan harga yang mahal, mereka bisa mengeluarkan di atas Rp1 juta untuk kebutuhan air. Masalah utama di Nusa Penida tidak semua rumah warga mendapat akses air bersih, sehingga harus mengeluarkan biaya yang mahal,” jelas Juliartha dikutip, Selasa (13/6/2023).

Menanggapi, masalah tersebut, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Tjok Ace mengungkap jika Pemda terus berupaya menemukan solusi permanen untuk mengatasi krisis air di Nusa Penida dan kawasan kering lainnya. Salah satu upaya Pemprov bakal mengadopsi teknologi dari Jerman yang diklaim sudah terbukti mengatasi masalah air di daerah seperti Nusa Penida.

“Kami akan mencoba sebuah teknologi dari Jerman, teknologi ini bisa mengubah atau mengolah air laut menjadi air tawar,” jelas Tjok Ace.

Namun Tjok Ace belum bisa memastikan kapan rencana tersebut akan direalisasikan. Dia mengakui jika krisis air di Nusa Penida sudah menjadi masalah rutin. Selain itu, krisis air juga tidak lepas dari dampak pembangunan pariwisata dengan masifnya pembangunan hotel hingga restoran hingga saat ini. Apalagi setelah dibangunnya pelabuhan baru di Sanur dan Nusa Penida, wisatawan domestik dan mancanegara semakin ramai ke Nusa Penida. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper