Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Organda : Pembatasan BBM Jadi Kendala Angkutan Mudik Lebaran

Organda mengatakan kalau ke Jawa Timur dengan jatah 200 liter ya masih cukup, tapi kalau sudah ke Jawa Tengah itu tidak cukup.
Ilustrasi pemeriksaan bus antar kota antar provinsi.
Ilustrasi pemeriksaan bus antar kota antar provinsi.

Bisnis.com, DENPASAR – Pengusaha transportasi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mengeluhkan pembatasan jatah bahan bakar minyak (BBM) yang masih diberlakukan jelang mudik Lebaran 2023.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bali, Ketut Eddy Dharma Putra menjelaskan per armada hanya dijatah 200 liter dalam sekali pengisian, jumlah ini menurutnya tidak cukup untuk rute antar provinsi yang jauh seperti Bali – Jawa Tengah, Bali – Yogyakarta.

“Kalau ke Jawa Timur dengan jatah 200 liter ya masih cukup, tapi kalau sudah ke Jawa Tengah itu tidak cukup, kami harap pemerintah memperhatikan masalah ini dan bisa memberikan izin bagi bus yang jarak jauh untuk mengisi di atas 200 liter,” kata Eddy, Selasa (28/3/2023)

Eddy menjelaskan masalah ini harus segera teratasi karena arus mudik di 2023 dari Bali diproyeksikan melonjak tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena sudah tidak ada pandemi atau pembatasan pergerakan masyarakat. Apalagi penggunaan bus akan meningkat karena menjadi pilihan utama pemudik dibanding transportasi lain seperti sepeda motor yang resiko kecelakaan lalu lintasnya tinggi.

Pada 2023, arus mudik menggunakan bus dari Bali diprediksi meningkat minimal 15 persen dibandingkan arus mudik 2022. Tujuan utama arus mudik ke daerah Jawa Timur, kemudian Jawa Tengah, Yogyakarta hingga daerah lainnya di pulau Jawa. Kemudian ke Nusa Tenggara Barat (NTB) seperti Mataram, Sumbawa dan Bima.

Lonjakan penumpang diproyeksikan mulai 19 April 2023 atau sepekan sebelum hari raya Idulfitri, pengusaha sudah mulai menyiapkan armada bus yang layak untuk mengangkut para pemudik. Pemberangkatan dari Bali dipusatkan di Terminal Mengwi, Kabupaten Badung. Eddy menjelaskan kapasitas bus yang disediakan mulai dari bus dengan kapasitas 28 seat hingga 35 seat.

“Kalau di Bali kelas bus yang ditawarkan beragam mulai dari ekonomi, excekutif, hingga sultan kelas,” kata dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler