Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OJK Dorong BPR di Bali Jadi Penyalur KUR

OJK mendorong yang memenuhi syarat sesuai dengan aturan agar segera ikut sebagai penyalur KUR program pemerintah.
Kredit Usaha Rakyat./Istimewa
Kredit Usaha Rakyat./Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR — Bank perkreditan rakyat (BPR) di Bali yang sudah memiliki kinerja bagus didorong sebagai penyalur kredit usaha rakyat (KUR) program pemerintah.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Giri Tribroto menilai sembilan BPR di Bali sudah layak sebagai penyalur KUR karena memiliki kinerja yang baik.

“Kami mendorong yang memenuhi syarat sesuai dengan aturan agar segera ikut sebagai penyalur KUR program pemerintah,” jelas Giri kepada Bisnis, Selasa (7/2/2023).

Saat ini baru satu BPR di Bali yang menjadi penyalur KUR. Giri mendorong BPR lainnya agar segera mengambil kesempatan tersebut, alasan utama OJK mendorong BPR menjadi penyalur KUR karena potensi pembiayaan KUR di Bali sangat besar. Setiap tahun penyaluran KUR di Bali yang mayoritas dilakukan oleh Bank Himbara dan bank BPD Bali selalu melampaui target.

Giri juga menyebut KUR menjadi penopang pertumbuhan kredit sepanjang pandemi Covid-19. “Kredit program KUR sangat pesat di Bali, apalagi di masa pandemi kemarin, menjadi sumber pertumbuhan bank umum, targetnya dinaikan terus dan tercapai terus, terakhir Desember 2022 kemarin targetnya Rp10 triliun tercapai,” ujar Giri.

Dengan penyaluran kredit yang mencapai Rp12,29 triliun dalam satu tahun dan dana pihak ketiga atau DPK yang mencapai Rp14,50 triliun, BPR di Bali yang memiliki kinerja baik dinilai layak bersaing dengan bank umum dalam penyaluran KUR. Masuknya BPR ke program KUR memberikan tambahan pilihan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan KUR.

Selain menyalurkan KUR, OJK juga mendorong BPR lebih agresif menyalurkan kredit produktif khususnya ke sektor UMKM yang selama ini menjadi market BPR.

Menurut Giri, pertumbuhan kredit BPR yang baru 3,19 persen di 2022 perlu dipacu lagi karena masih lebih rendah dari pertumbuhan DPK yang sudah 7,55 persen. Jika melihat data nasional, pertumbuhan kredit BPR sudah lebih tinggi dari pada pertumbuhan DPK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper