Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Travel Agent Diminta Tidak Menjual Murah Bali di Tiongkok

Travel agent nakal pada 2018 mengobral Bali dengan membuat paket wisata seharga Rp600.000 per orang.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 24 Januari 2023  |  19:06 WIB
Travel Agent Diminta Tidak Menjual Murah Bali di Tiongkok
Wisatawan menonton atraksi budaya di salah satu destinasi wisata di Gianyar, Bali. Foto arsip. - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Kedatangan wisatawan mancanegara asal Tiongkok menggembirakan pelaku pariwisata Bali karena Tiongkok merupakan salah satu penyumbang wisman terbesar sebelum pandemi Covid-19.

Namun demikian, para travel agent yang mendatangkan wisman Tiongkok ke Bali diingatkan agar tidak “menjual murah” Bali ke wisman Tiongkok seperti kejadian di 2018. Kala itu, travel agent nakal mengobral Bali dengan membuat paket wisata seharga Rp600.000 per orang. Kejadian tersebut kemudian viral dan membuat pemerintah dan masyarakat Bali ketika itu marah.

Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adnyana, menjelaskan kejadian di 2018 tersebut tidak boleh terulang kembali karena akan merugikan Bali. Untuk mengantisipasinya, Pemprov Bali bersama pelaku pariwisata seperti BTB aktif melakukan pengecekan ke destinasi dan pusat oleh-oleh yang akan dikunjungi wisman Tiongkok.

“Kami melakukan inspeksi ke destinasi, ke toko-toko yang akan menjadi tujuan wisman Tiongkok. Ini untuk memastikan wisman yang datang ke Bali adalah wisman yang berkualitas sehingga pengalaman yang tidak bagus seperti yang lalu-lalu tidak terulang,” jelas Gus Agung melalui live streaming, Selasa (24/1/2023).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno juga berharap wisman Tiongkok yang datang ke Bali merupakan wisman yang berkualitas dengan length of stay atau masa tinggal yang lebih lama dan nilai belanja yang lebih besar.

Pemerintah sendiri menargetkan 300.000 kunjungan wisman dari Tiongkok di 2023. Mulai Juni 2023 diproyeksikan kunjungan wisman Tiongkok akan semakin ramai karena charter flight semakin banyak terjadwal.

“Beberapa maskapai sudah menyiapkan penerbangan langsung dari Tiongkok ke Bali, kalau dalam negeri Lion Air Group kemudian ada juga maskapai berbasis di China. Saat ini kami fokuskan Beijing, Guangzhou dan Shanghai agar segera dibuka karena itu sumber wisman ke Bali selama ini,” ujar Sandi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali Pariwisata pariwisata bali

Sumber : a

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top