Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Lima Proyek Infrastruktur di Bali Berlanjut pada 2023

Wayan Koster menjelaskan ada lima proyek infrastruktur yang bakal terus berjalan dan dipercepat pengerjaannya pada 2023.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 02 Januari 2023  |  19:56 WIB
Lima Proyek Infrastruktur di Bali Berlanjut pada 2023
Sebagai bentuk dukungan pengembangan pariwisata di Bali, khususnya yang menghubungkan kawasan Bali bagian Selatan dan Utara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun Jalan Pintas (Shortcut) ruas Mengwitani-Singaraja dengan panjang sekitar 12,76 km. - Kementerian PUPR
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Proyek infrastruktur multiyears di Bali pada 2023 masih berlanjut dan menjadi salah satu penggerak ekonomi di Bali selain sektor pariwisata.

Gubernur Bali, Wayan Koster menjelaskan ada lima proyek infrastruktur yang bakal terus berjalan dan dipercepat pengerjaannya pada 2023. Proyek pertama yakni pemugaran kawasan Pura Besakih dengan nilai Rp847 miliar, konstruksi proyek ini sudah berjalan sejak 2022 dan diproyeksikan tuntas pada Februari 2023.

Kemudian pembangunan shortcut Mengwitani- Singaraja yang menelan anggaran Rp1,6 triliun. Proses pembangunan sedang berlangsung sejak 2021.

Koster menjelaskan hingga Desember 2022 sudah selesai pada titik 3-8, akan dilanjutkan tahun 2023 pada titik 9-10, dan tahun 2024-2025 pada titik 11-12. Selanjutnya pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Buleleng, dengan anggaran sekitar Rp450 miliar.

“Turyapada tower ini akan menjadi destinasi baru di Bali Utara dan menjadi icon baru Bali. Pembiayaan proyek ini dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bali. Proses konstruksinya kami targetkan selesai Agustus 2023,” jelas Koster dalam pidato tahunannya yang dikutip, Senin (2/1/2023).

Dua proyek lainnya yakni pembangunan bendungan Sidan yang mencakup wilayah Badung, Bangli dan Gianyar, nilai proyek bendungan ini mencapai Rp1,8 triliun. Kemudian proyek yang sedang berjalan yakni pembangunan tol Gilimanuk - Mengwi yang dinamakan tol Jagat Kerthi Bali, nilai proyek tol ini tembus Rp24 triliun dan merupakan proyek infrastruktur terbesar di Bali.

Koster menjelaskan berbeda dengan proyek lainnya, pembangunan tol Gilimanuk - Mengwi dibiayai oleh pihak ketiga atau investasi di luar APBD maupun APBN. Pembangunan tol ini ditujukan untuk mempercepat akses dari Bali Barat ke Bali Selatan dan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur lintas pulau tersebut. Panjang tol ini mencapai 96 km.

“Berbagai proyek infrastruktur di Bali merupakan bagian dari pemerataan ekonomi ke wilayah Bali Utara dan Bali Barat. Selama ini ekonomi Bali masih bertumpu di Bali Selatan yakni di Denpasar dan Badung, sehingga infrastruktur seperti jalan, bendungan merupakan prioritas kami,” ujar koster.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali infrastruktur badung
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top