Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bali Waspadai Penurunan Stok Komoditas Jelang Nataru

Pemda di Bali didorong untuk memperkuat kerja sama antar daerah (KAD) dalam pemenuhan pasokan komoditas.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 19 Desember 2022  |  21:35 WIB
Bali Waspadai Penurunan Stok Komoditas Jelang Nataru
Kebutuhan pokok di pasar tradisional. - Ilustrasi/Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Pemerintah Daerah Bali melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mulai melakukan pengendalian harga dan ketersediaan komoditas strategis jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Gubernur Bali, Wayan Koster, meminta TPID mewaspadai turunnya ketersediaan komoditas strategis seperti beras, cabai, bawang merah dan tomat di tengah meningkatnya kebutuhan jelang Libur Natal dan Tahun Baru di Bali. TPID harus memastikan komoditas tersebut tersedia dengan cukup hingga perayaan tahun baru agar tidak menimbulkan gejolak harga di tingkat pengecer.

Pemda di Bali didorong untuk memperkuat kerja sama antar daerah (KAD) dalam pemenuhan pasokan komoditas. Langkah yang diambil antara lain mengoptimalkan pasokan beras dari Tabanan untuk terdistribusi dengan baik ke daerah yang membutuhkan seperti Denpasar dan Badung.

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) di Kabupaten juga ditugaskan untuk menyerap sebanyak-banyaknya hasil panen petani terutama beras dan kelompok volatile food yakni cabai, bawang merah, tomat, kemudian didistribusikan sesuai kebutuhan pasar.

“Ketersediaan komoditas saat Nataru harus dipastikan cukup untuk mencegah inflasi pada Desember 2022 ini. Jika diperlukan untuk menjaga stabilitas harga akan dilakukan operasi pasar secara secara berkala. KAD harus diperkuat dengan memprioritaskan penyerapan komoditas yang dihasilkan oleh petani di Bali. Khusus untuk menjaga pasokan beras kami juga telah meningkatkan kapasitas produksi penggilingan padi yang ada di Tabanan,” jelas Koster dalam siaran pers, Senin (19/12/2022).

Untuk ketersediaan beras, Bulog Bali memastikan ketersediaan sudah cukup hingga akhir tahun. Bulog menyediakan stok 7.763 ton beras yang diproyeksikan cukup hingga akhir tahun 2022.

Harga komoditas saat ini masih terpantau normal, data dari Pemkot Denpasar mencatat harga bawang merah turun Rp1.500 menjadi Rp21.000 per kg dari sebelumnya Rp22.500 per kg. Harga beras juga turun Rp500 menjadi Rp11.000. kemudian harga cabai merah besar Rp15.000 per kg, dan cabai rawit Rp25.000 per kg.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali, Trisno Nugroho, menjelaskan untuk pengendalian harga komoditas di Bali jelang Nataru, pemantauan harga akan dilakukan setiap hari melalui sistem informasi pergerakan harga atau Sigapura. Melalui sistem tersebut TPID bisa memantau arus keluar masuk pangan di Bali baik.

“Kami juga telah mendorong gerakan menanam cabai di pekarangan atau dirumah dan memanfaatkan lahan tidur milik Pemda untuk menanam komoditas volatile food. Untuk pengendalian inflasi jangka panjang perlu segera direalisasikan pembangunan pasar induk, kemudian hilirisasi komoditas hortikultura untuk menjaga stok pangan dan kestabilan harga,” ujar Trisno.

Selain itu, kenaikan harga canang sari jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan yang akan berlangsung pada pekan pertama Januari 2023 perlu diwaspadai. Harga canang sari diproyeksikan meningkat mulai akhir Desember 2022 karena meningkatnya kebutuhan untuk berbagai upacara adat di Bali. TPID juga diminta untuk memastikan ketersediaan canang sari cukup sehingga harga bisa dikendalikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali bandara ngurah rai Natal dan Tahun Baru
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top