Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BPR Syariah Salurkan Kredit Rp12 Triliun pada 2022

Aset BPR Syariah pada 2022 mencapai Rp18,2 triliun atau mampu tumbuh secara konsisten di atas 20 persen sepanjang 2022.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 11 Desember 2022  |  11:29 WIB
BPR Syariah Salurkan Kredit Rp12 Triliun pada 2022
Chief BPR Compartment Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Cahyo Kartiko. - Bisnis/Harian Noris Saputra.
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah menyalurkan Rp12 triliun pembiayaan atau kredit secara nasional sepanjang 2022.

Mayoritas pembiayaan disalurkan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Chief BPR Compartment Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Cahyo Kartiko menjelaskan pembiayaan melalui BPR Syariah semakin tumbuh dan diterima oleh masyarakat luas. Pendampingan yang konsisten kepada UMKM rintisan, membuat masyarakat semakin percaya terhadap BPR Syariah.

Dari segi pertumbuhan aset, BPR Syariah di Indonesia sudah melampaui BPR Konvensional. Aset BPR Syariah pada 2022 mencapai Rp18,2 triliun atau mampu tumbuh secara konsisten di atas 20 persen sepanjang 2022. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 18 persen. Dengan pertumbuhan yang agresif tersebut, pada 2022 BPR Syariah mematok target pertumbuhan pembiayaan mencapai 20 persen.

“Pada 2023 kami menargetkan penyaluran pembiayaan Rp20 triliun. Kami berani karena ekosistem syariah di Indonesia semakin tumbuh, semakin diterima masyarakat. Kami juga merancang pendampingan UMKM dari hulu ke hilir, membantu UMKM dalam mengatur keuangan hingga pemasaran,” jelas Cahyo di sela Rapat Kerja Nasional BPR Compartement Asbisindo di Badung, Jumat (9/12/2022)

BPR Syariah juga sedang fokus membangun ekosistem digitalisasi, dengan digitalisasi di tiga sektor penting perbankan yakni digitalisasi layanan, digitalisasi pelaporan dan digitalisasi operasional.

Cahyo menjelaskan hasil dari Rakernas Bali, menargetkan 164 BPR Syariah yang tergabung dalam BPR Compartment Asbisindo pada 2023 sudah memiliki ekosistem digital yang baik di tiga sektor tersebut.

Selain itu, BPR Syariah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) merancang regulasi Perbankan yang lebih ramah dengan ekosistem syariah, sehingga akses masyarakat khususnya UMKM ke Industri Perbankan Syariah semakin baik. “Kami akan bekerjasama dengan OJK dan LPS untuk mewujudkan regulasi yang ramah bagi Perbankan Syariah,” ujar Cahyo.

Selain itu, Rakernas juga menghasilkan program unggulan mandiri seperti penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) BPR Syariah yang akan menjadi pedoman bagi seluruh BPR Syariah. Kemudian melanjutkan program unggulan sebelumnya seperti tabungan ukhuwah.

Cahyo juga menjelaskan pemilihan Bali sebagai tuan rumah Rakernas 2022 sebagai kontribusi dalam upaya pemulihan pariwisata Bali yang sudah terkena pandemi selama dua tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpr bprs bank syariah asbisindo
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top