Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pelaku BPR Syariah Target Salurkan Kredit Rp20 Triliun Pada 2023

Pembiayaan melalui BPR Syariah semakin tumbuh dan diterima oleh masyarakat luas. Pendampingan yang konsisten kepada UMKM rintisan.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 10 Desember 2022  |  21:07 WIB
Pelaku BPR Syariah Target Salurkan Kredit Rp20 Triliun Pada 2023
Chief BPR Compartment Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Cahyo Kartiko Memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BPR Syariah 2022 di Badung pada Jumat (9/12/2022). Bisnis - Noris Saputra
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR—Asosiasi Bank Syariah Indonesia atau Asbisindo menargetkan penyaluran kredit pada 2023 mencapai Rp20 triliun, seiring diterimanya keberadaan BPR syariah di seluruh Indonesia.

Chief BPR Compartment Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Cahyo Kartiko menegaskan pembiayaan melalui BPR Syariah semakin tumbuh dan diterima oleh masyarakat luas. Pendampingan yang konsisten kepada UMKM rintisan, membuat masyarakat semakin percaya terhadap BPR Syariah. Pada 2022, kredit yang telah disalurkan oleh BPR Syariah di seluruh Indonesia mencapai Rp12 triliun.

“Pada 2023 kami menargetkan penyaluran pembiayaan Rp20 triliun. Kami berani karena ekosistem syariah di Indonesia semakin tumbuh, semakin diterima masyarakat. Kami juga merancang pendampingan UMKM dari hulu ke hilir, membantu UMKM dalam mengatur keuangan hingga pemasaran,” jelas Cahyo di sela Rapat Kerja Nasional BPR Compartement Asbisindo di Badung, Jumat (9/12/2022).

Mayoritas pembiayaan disalurkan kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).  Dari segi pertumbuhan asset, pada 2022 mencapai Rp18,2 triliun atau mampu tumbuh secara konsisten di atas 20 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 18 persen. Dengan pertumbuhan yang agresif tersebut, asosiasi BPR syariah mematok target pertumbuhan pembiayaan mencapai 20 persen.

Cahyo menekankan, kedepannya pelaku usaha BPR syariah akan fokus membangun ekosistem digitalisasi. Ada tiga sektor yang menjadi fokus digitalisasi, yakni digitalisasi layanan, digitalisasi pelaporan dan digitalisasi operasional. Dia menuturkan Rakernas di Bali menghasilkan keputusan untuk menargetkan 164 BPR Syariah yang tergabung dalam BPR Compartment Asbisindo pada 2023 sudah memiliki  ekosistem digital yang baik di tiga sektor tersebut.

Selain itu, BPR Syariah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) merancang regulasi Perbankan yang lebih ramah dengan ekosistem syariah, sehingga akses masyarakat khususnya UMKM ke Industri Perbankan Syariah semakin baik.

“Kami akan bekerjasama dengan OJK dan LPS untuk mewujudkan regulasi yang ramah bagi Perbankan Syariah,” tegasnya.

Selain itu, Rakernas juga menghasilkan program unggulan mandiri seperti penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) BPR Syariah yang akan menjadi pedoman bagi seluruh BPR Syariah. Kemudian melanjutkan program unggulan sebelumnya seperti tabungan ukhuwah. Cahyo mengungkapkan pemilihan Bali sebagai tuan rumah Rakernas 2022 sebagai kontribusi dalam upaya pemulihan pariwisata yang sudah terkena pandemi selama dua tahun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit bpr syariah
Editor : Feri Kristianto
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top