Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kelangkaan Solar Ganggu Operasional Transportasi Umum di Bali

SPBU di Kota Denpasar masih tidak menyediakan solar, sehingga kendaraan transportasi umum yang menggunakan solar harus mengantre di satu SPBU.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 07 Desember 2022  |  10:41 WIB
Kelangkaan Solar Ganggu Operasional Transportasi Umum di Bali
Antrean Trans Metro terpantau di salah satu SPBU Jalan Gatot Subroto, Kota Denpasar, Selasa (6/12/2022). - Bisnis/Harian Noris Saputra
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Kelangkaan solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih terjadi hingga Selasa (6/12/2022) di Kota Denpasar dan menyebabkan terganggungnya operasional transportasi umum.

Dari pantauan Bisnis, sejumlah SPBU di Kota Denpasar masih tidak menyediakan solar, sehingga kendaraan transportasi umum yang menggunakan solar harus mengantre di satu SPBU. Hal menyebabkan antrean panjang hingga keluar SPBU.

Antrean panjang terlihat di SPBU Jalan Gatot Subroto, Kota Denpasar pada sore hari sekitar pukul 19.00, Trans Metro yang menjadi transportasi andalan di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Sarbagita) harus mengantre panjang untuk mengisi bahan bakar.

Antrean panjang ini merugikan bagi transportasi umum, apalagi mengantre di saat jam penumpang sedang tinggi atau saat jam pulang kantor. Tidak sedikit mahasiswa dan pekerja menggunakan jasa Trans Metro.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara, Deden Mochammad Idhani, menjelaskan langkanya solar di Bali karena kuota solar untuk Bali sudah habis. “Adanya antrean pembeli solar di Bali disebabkan oleh habisnya kuota solar untuk beberapa lembaga penyalur,” jelas Deden kepada Bisnis, Selasa (6/12/2022).

Deden menjelaskan Pertamina Patra Niaga selaku penyalur BBM Bersubsidi seperti solar dan pertalite sudah menyalurkan sesuai kuota. Pertamina menyebut pihaknya tidak berwenang mengatur kuota karena hal tersebut merupakan kewenangan dari BPH Migas.

Alternatif yang akan dilakukan Pertamina Patra Niaga untuk mengatasi kelangkaan solar di Bali dengan melakukan pengaturan ulang atau normalisasi dengan menyalurkan solar berdasarkan kuota provinsi sehingga diharapkan lembaga penyalur dapat pasokan solar secara merata.

Kelangkaan solar tidak hanya terjadi di Denpasar, tetapi juga di Kabupaten lain seperti SPBU Rendang, Karangasem, kemudian di Badung, hingga Tabanan. Di SPBU Rendang, puluhan truk pengangkut batu dan pasir mengantri untuk mendapatkan solar, antrean terjadi di dua arah jalan sehingga mengganggu lalu lintas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

solar solar bersubsidi pertamina bali denpasar
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top