Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bali Bangun Taman Teknologi Turyapada Tower Senilai Rp418 Miliar

Kawasan Turyapada Tower ditargetkan menjadi tower pertama di Indonesia yang memadukan fungsi utama tower untuk menunjang jaringan dan sekaligus sebagai destinas
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 25 Juli 2022  |  08:34 WIB
Bali Bangun Taman Teknologi Turyapada Tower Senilai Rp418 Miliar
Teknisi memeriksa perangkat pemancar Base Tranceiver Station (BTS), - Bisnis/Paulus Tandibone

Bisnis.com, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali memulai pembangunan kawasan wisata tower Turyapada di desa Pegayaman, kabupaten Buleleng dengan nilai investasi Rp418 miliar.

Kawasan wisata baru ini dinamakan dengan Taman Teknologi Tower Turyapada, dibangun dengan konsep menggabungkan fungsi tower untuk mengatasi blank spot di Bali Utara sekaligus menjadi destinasi wisata bagi publik.

Tower Turyapada sendiri dirancang dengan ketinggian 115 meter, dibangun di ketinggian 1.521 mdpl, sehingga total ketinggian tower menjadi 1.636 mdpl. Struktur tower meliputi puncak tower yang berfungsi sebagai pemancar siaran TV digital terestrial, telekomunikasi seluler, internet, dan komunikasi radio komunitas. Badan tower sebagai wahana edukasi, berupa, planetarium, sky walk, restoran, dan jembatan kaca.

Bagian bawah atau pedestal tower berfungsi sebagai wahana penunjang, berupa wisata konvensi, laboratorium pendidikan, dan museum keunggulan budaya komunikasi dengan menampilkan teknologi yang diciptakan dan diadopsi pada masing-masing era peradaban.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menjelaskan kawasan Turyapada Tower ditargetkan menjadi tower pertama di Indonesia yang memadukan fungsi utama tower untuk menunjang jaringan dan sekaligus sebagai destinasi wisata.

“Kawasan ini akan menjadi pusat destinasi wisata baru di Bali Utara dan juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemprov Bali, Pemkab Buleleng dan Tabanan,” jelas Koster, Minggu (24/7/2022).

Konstruksi tower ini diproyeksikan bisa bertahan hingga 500 tahun, dan dibangun dengan sistem struktur ganda, sehingga tahan terhadap beban angin dan gempa. (C211)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali Pariwisata
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top