Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku di Bali Membayangi Gelaran G20

Percepatan vaksinasi sedang dilakukan agar Bali segera menuju zona hijau.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 23 Juli 2022  |  13:19 WIB
Kasus Penyakit Mulut dan Kuku di Bali Membayangi Gelaran G20
Petugas Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana mempersiapkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk disuntikan pada sapi milik warga di Desa Manistutu, Jembrana, Bali, Rabu (20/7/2022). Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Provinsi Bali menyebut capaian vaksinasi PMK per hari kisaran 4.000 - 4.500 ekor sapi di kabupaten/kota se-Bali. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo.

Bisnis.com, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali menargetkan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tuntas sebelum acara puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dilaksanakan pada November 2022.

Target tersebut memastikan wabah PMK tidak mengganggu kredibilitas Bali sebagai tuan rumah pertemuan para pemimpin negara G20 tersebut. Untuk mempercepat menuju zona hijau, Satuan Tugas (Satgas) PMK terus mempercepat vaksinasi dan melakukan pemotongan paksa terhadap sapi yang terjangkit PMK agar tidak menjadi carrier atau pembawa virus.

Vaksin PMK yang sudah didistribusikan ke Bali sejumlah 112.000 dosis, sedangkan kebutuhan vaksin PMK untuk Bali mencapai 1,1 juta dosis, jika setiap sapi mendapatkan jatah dua kali vaksin. Jumlah tersebut diproyeksikan untuk 598.000 sapi Bali.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menjelaskan percepatan vaksinasi sedang dilakukan agar Bali segera menuju zona hijau. “Kami berharap vaksin untuk Bali segera ditambah, dengan vaksin yang ada kami prioritaskan daerah yang ada kasus PMK, dengan radius 3 km hingga 10 km. kemudian pemotongan paksa ini merupakan langkah efektif untuk mencegah penyebaran lebih luas,” jelas Dewa Indra, Jumat (22/7/2022).

Hingga Kamis (21/7/2022), jumlah sapi yang terkena PMK yakni 551 ekor, kemudian petugas sudah memotong paksa sejumlah 438 ekor sapi. Sisa sapi yang belum terpotong sejumlah 110 ekor yang berada di Kabupaten Buleleng. Pemerintah menjamin selain memotong paksa sapi juga difasilitasi untuk penjualan daging sapi agar peternak tidak dirugikan.

Sementara itu, Kepala Ombudsman Provinsi Bali, Ni Nyoman Sri Widhianti, menjelaskan Ombudsman akan mengawasi penuntasan kasus PMK di Bali agar sesuai dengan regulasi yang ada, dan kasus cepat teratasi. Ombudsman juga membuka pengaduan bagi peternak atau pihak terkait mengenai pelayanan terkait penuntasan PMK.

“Hingga saat ini kami belum menerima laporan terkait kasus PMK dari peternak. Tapi kami membuka pengaduan online maupun offline untuk peternak terkait dengan pelayanan soal PMK ini. Misalnya soal vaksinasi, maupun nanti soal kompensasi bantuan bagi peternak yang sapinya mati,” ujar Sri. (C211)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bali
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top