Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aplikasi Tlusure Bantu Pemulihan Pariwisata Lokal

Banyak wisatawan yang kebingungan ketika akan berwisata ke sebuah tempat karena ketidaktahuan dengan keamanan dan kenyamanan tempat wisata yang akan dituju.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 07 April 2022  |  15:54 WIB
Pemaparan aplikasi Tlusure. - Istimewa
Pemaparan aplikasi Tlusure. - Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR — Berwisata di era pandemi Covid-19 kini semakin mudah dengan munculnya aplikasi Tlusure yang menyediakan sejumlah fitur pencarian berdasarkan mood hingga rekomendasi personal dari wisatawan lain.

Co-Founder dan CEO Tlusure, Sandy Tantra mengatakan aplikasi berkonsep saling jaga kenyamanan ini untuk membantu pemulihan industri pariwisata di Indonesia, salah satu contohnya seperti Bali yang mati suri.

Dia menjelaskan masih banyak wisatawan yang kebingungan ketika akan berwisata ke sebuah tempat karena ketidaktahuan dengan keamanan dan kenyamanan tempat wisata yang akan dituju di era pandemi.

“Teman-teman yang ke Bali pasti melihat bahwa kondisinya, hampir semua tutup. Ini yang kami sadari bahwa bisa bantu mereka dan jadikan aplikasi Tlusure sebagai alternatif membantu pelaku pariwisata,” tuturnya dikutip melalui aplikasi zoom, Rabu (6/4/2022).

Aplikasi Tlusure memungkinkan mendapatkan rekomedasi tempat wisata hingga kuliner dengan memilih terlebih dulu mood mereka. Berdasarkan mood tersebut, mereka diberi rekomendasi lokasi-lokasi wisata, kuliner hingga tempat nongkrong yang sesuai. Lokasi dan situasi tempat yang direkomendasikan oleh Tlusure akan memberikan informasi tingkat keramaiannya, dan apabila tempat tersebut dalam situasi keramaian tinggi, maka aplikasi ini akan memberikan rekomendasi tempat sekitarnya yang sesuai dengan tujuan pengguna, agar dapat beraktifitas dengan aman dan nyaman.

Apabila pengguna tidak puas dengan hanya melihat foto dan tempat rekomendasi, mereka bisa melihat review hingga fitur live update untuk mendapatkan gambar serta video terkini. Video live akan muncul dengan syarat, ada pengguna lain di lokasi yang berkenan memberikan live. Selain dari sesama pengguna, pebisnis dan pemilik wisata dapat berpartisipasi aktif dengan mendaftarkan dan memberikan update informasi tempat .

Sandy menegaskan fitur ini disematkan untuk memberikan keunggulan dibandingkan aplikasi wisata yang selama ini sudah ada. Tentu saja, katanya, fitur tersebut membantu mereka yang suka bepergian mendapatkan bukti nyata bahwa tempat yang akan dikunjungi aman.

“Sebetulnya behaviour ini masih ada sampai sekarang [tempat yang dituju apakah aman dan apakah ramai, prokes]. Permasalahannya adalah tidak ada informasi tersebut dan kurang lengkap. Kalaupun ada orang tidak tahu mendapatkan informasinya,” tuturnya.

Rencananya pada April, Tlusure akan dilengkapi fitur tambahan yang didasarkan dari riset internal serta memenuhi tren di masyarakat. Fitur tersebut meliputi, great outdoor, live like a local, off the beaten path, influencers, sustainability, dan luxe. Sandy menuturkan fitur seperti event di sebuah tempat wisata, rekomendasi dari pemengaruh hingga paket pariwisata berkelanjutan. Hal ini dirasa penting karena kebutuhan masyarakat terhadap wisata alam sangat besar sangat dibutuhkan. Hanya saja belum ada yang menjembatani kebutuhan ini dengan pengelola wisata alam. Diharapkan dengan beragamnya fitur, banyak pelaku perjalanan hingga pelaku pariwisata terlibat aktif. Hingga saat ini, aplikasi ini sudah digunakan oleh lebih dari 30.000 orang.

Menurutnya, aplikasi yang diluncurkan oleh Kemenparekraf ini diklaim dapat menjadi solusi bagi pelaku perjalanan maupun pelaku UMKM di sektor pariwisata.

Dia mencontohkan, banyak tempat wisata di Indonesia belum terangkat ke pelaku perjalanan wisata. Penyebabnya selain minim kepemilikan modal untuk berpromosi sehingga minim informasi. Keberadaan Tlusure diyakini dapat menjadi jembatan bagi pelaku UMKM dan objek wisata di luar Bali yang selama ini belum terekspos maksimal.

“Tujuan wisata bukan hanya Bali, contohnya Derawan, Likupang, Mandalika. Banyak tempat-tempat kecil yang mungkin tidak sepopuler seperti Bali yang bisa membantu ekonomi lokal,” tuturnya. (K48)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali Pariwisata denpasar pariwisata bali
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top