Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Distribusi Solar di NTB Diawasi melalui Digitalisasi

Standar Prosedur Operasional (SOP) pendistribusian solar subsidi sudah ketat.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 04 April 2022  |  15:20 WIB
Distribusi Solar di NTB Diawasi melalui Digitalisasi
Ilustrasi.
Bagikan

Bisnis.com, MATARAM - Pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi solar di Nusa Tenggara Barat dilakukan dengan pengawasan ketat melalui sistem digital.

Ketua Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) NTB, I Komang Gandhi menjelaskan semua SPBU di NTB sudah menggunakan sistem digitalisasi sehingga kuota BBM bersubsisi sudah tercatat jelas.

"Standar Prosedur Operasional (SOP) pendistribusian solar subsidi sudah ketat dengan diberlakukannya sistem digitalisasi, tidak seperti dulu sebelum digitalisasi memang disinyalir ada penyimpangan bahwa solar subsidi dinikmati oleh perusahaan besar," jelas Gandhi kepada media, Senin (4/4/2022)

Berlakunya digitalisasi mobil mewah, perusahaan besar dan mobil plat merah di NTB tidak bisa lagi mengakses solar subsidi. Jika terekam membeli solar subsidi maka akan ketahuan pada laporan digital.

"Salah satu SPBU di NTB pernah disurati oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena mendistribusikan BBM berubsidi kepada mobil plat merah. SPBU tersebut diminta mengembalikan uang karena melanggar ketentuan, jadi pengawasannya sangat ketat," ujar Gandhi.

Solar bersubsi yang distribusikan oleh Pertamina hanya untuk konsumen kecil seperti petani yang menggunakan traktor kecil kemudian sopir truk. "Kalau konsumen kelas menengah atas seperti kontraktor, alat berat kami harapkan menggunakan Dexlite," ujar Gandhi.

Sebelumnya PT Pertamina Patra Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara memastikan kuota solar sudah tercukupi. Pjs. Area Manager Communication & Relations Pertamina Patra Niaga regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, Arya Yusa Dwicandra menjelaskan Pertamina mengantisipasi lonjakan konsumsi dengan menyiapkan stok BBM dan LPG yang cukup.

“Saat ini stok di seluruh Terminal BBM dan Depot LPG aman dengan coverage days rata-rata selama 5-17 hari. Terdapat 18 Terminal BBM dan 7 Terminal LPG yang siap melayani kebutuhan masyarakat melalui SPBU dan SPBBE (stasiun pengisian pusat bulk elpiji) di wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara,” jelas Arya dikutip dari rilis.

Menurut Arya, tingginya harga minyak dunia tidak mempengaruhi kondisi stok dan penyaluran BBM dan LPG Pertamina. “Untuk wilayah Jatimbalinus, penyaluran BBM dan LPG berjalan normal dengan masing-masing penyaluran sebesar 16.883 kiloliter (KL) untuk BBM dan 5.491 metric ton (MT) untuk LPG per hari,” ungkapnya. (K48)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

solar ntb mataram
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top