Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tujuh Kawasan Wisata Dikembangkan di NTT

Ketujuh kawasan wisata yang akan dibangun tersebar di Pulau Flores yaitu Anakoli Kabupaten Nagekeo, Uma Uta Kabupaten Sikka dan Golowori Kabupaten Manggarai Timur.
Sejumlah warga menunggu matahari terbenam di kawasan wisata baru di pantai Lai Lai Besi Kopan (LLBK) di Kota Kupang, NTT, Selasa (1/2/2022). Pantai LLBK menjadi tempat wisata baru bagi warga setelah pemerintah Kota Kupang menata lokasi itu menjadi kawasan yang lebih rapi dan nyaman untuk berwisata terutama untuk menikmati pemandangan matahari terbenam./Antara-Kornelis Kaha.
Sejumlah warga menunggu matahari terbenam di kawasan wisata baru di pantai Lai Lai Besi Kopan (LLBK) di Kota Kupang, NTT, Selasa (1/2/2022). Pantai LLBK menjadi tempat wisata baru bagi warga setelah pemerintah Kota Kupang menata lokasi itu menjadi kawasan yang lebih rapi dan nyaman untuk berwisata terutama untuk menikmati pemandangan matahari terbenam./Antara-Kornelis Kaha.

Bisnis.com, KUPANG - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan pembangunan sebanyak tujuh kawasan wisata estate pada 2022 yang tersebar di empat pulau yaitu Flores, Timor, Sumba, Sabu.

"Pembangunan kawasan wisata estate atau berbasis masyarakat ini untuk membuka jalan bagi pengembangan potensi pariwisata di daerah-daerah di NTT," kata Kepala Disparekraf NTT Zet Sony Libing dalam keterangan yang diterima di Kupang, Rabu, (23/3/2022).

Ia menyebutkan ketujuh kawasan wisata yang akan dibangun tersebar di Pulau Flores yaitu Anakoli Kabupaten Nagekeo, Uma Uta Kabupaten Sikka dan Golowori Kabupaten Manggarai Timur.

Selain itu, di Pulau Timor yakni Lelogama Kabupaten Kupang dan Tuamese Kabupaten Timor Tengah Utara, serta Waiwuang Kabupaten Sumba Barat di Pulau Sumba, dan Kelaba Maja Kabupaten Sabu Raijua di Pulau Sabu.

Ia mengatakan tujuh kawasan yang akan dibangun tersebut saat ini belum dikenal secara luas atau masih terisolir dengan keterbatasan infrastruktur pendukung.

Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah provinsi hadir membuka keterisolasian wilayah tersebut sehingga potensi pariwisata alam, budaya, maupun bahari bisa dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah.

"Pemerintah provinsi membuka jalan bagi pihak swasta, stakeholder, serta masyarakat untuk ke depan bisa masuk dan menjual berbagai hasil karyanya kepada wisatawan yang berkunjung," katanya.

Sony Libing menambahkan pembangunan tujuh kawasan wisata baru ini nantinya akan menambah jumlah kawasan wisata estate di NTT menjadi 14 kawasan.

Sebanyak tujuh kawasan sudah dibangun sebelumnya yaitu Fatumnasi Kabupaten Timor Tengah Selatan, Lamalera Kabupaten Lembata, Mulut Seribu Kabupaten Rote Ndao, Pantai Liman Pulau Semau Kabupaten Kupang, Desa Koanara Kabupaten Ende, Wolwal Kabupaten Alor dan kawasan wisata Praimadita Kabupaten Sumba Timur.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper