Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bali Optimistis Pariwisata Bangkit Pada 2022

Cok Ace menilai para pelaku pariwisata saat ini harus dapat meyakinkan wisatawan domestik terkait penerapan protokol kesehatan di Bali.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 23 Desember 2021  |  13:09 WIB
Bali Optimistis Pariwisata Bangkit Pada 2022
Wisatawan memadati objek wisata Pantai Sanur saat liburan di Denpasar, Bali, Minggu (19/12/2021). Gubernur Bali mengeluarkan edaran tentang pencegahan dan penanggulangan COVID-19 selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2022 yang berlaku pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022, salah satunya terkait pembatasan jumlah pengunjung di tempat wisata yang tidak melebihi 75 persen dari kapasitas total dan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo.
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR — Bali optimistis pada 2022 nanti kunjungan pariwisata kembali bangkit dan grafik pertumbuhan ekonomi bisa bergerak ke arah yang positif.

Wakil Gubernur Bali Prof. Dr. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata telah mengalami penurunan ekonomi yang sangat drastis. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Bali minus hingga kuartal III/2021. Namun, sejak adanya pergerakan wisatawan domestik ekonomi Bali dinilai perlahan mulai membaik.

Berdasarkan informasi di lapangan akupansi hotel di Nusa Dua beberapa hari terakhir sekitar 50 persen.

"Kalaupun ada hotel yang akupansinya di atas 80 persen, itu disebabkan karena ada event tertentu di hotel tersebut. Bila dibandingkan dengan jumlah kamar di seluruh Bali yang kurang lebih 150.000 kamar maka okupansi rata-ratanya masih di bawah 6 persen," katanya seperti dikutip dalam rilis, Kamis (23/12/2021).

Lebih lanjut, optimisme parwisata bali bangkit didasari oleh beberapa aspek, mulai dari tingkat vaksinasi masyarakat Bali yang sangat tinggi hingga penerapan Protokol Kesehatan dengan sertifikat CHSE juga secara ketat diterapkan oleh industri pariwisata. Begitu juga masyarakat yang mulai terbiasa dalam penerapan protokol kesehatan.

Apalagi, pada 2022 akan ada banyak kegiatan internasional di Bali yang dihadiri oleh beberapa negara seperti G-20 dan event lainnya. Hal tersebut, diyakini dapat menjadi ajang promosi dan juga ajang meyakinkan masyarakat internasional bahwa Bali sangat siap untuk membuka kembali pariwisata internasional.

Selain itu, survei yang dilakukan di Eropa menyebutkan bahwa lebih dari 50 persen masyarakat Eropa masih ingin berkunjung ke Bali. "Secara tidak langsung Bali masih menjadi destinasi favorit," sebutnya.

Meskipun demikian, masih ada beberapa kendala yang dihadapi, mulai dari ketatnya peraturan bagi wisatawan untuk masuk ke Bali dan kondisi pandemi Covid-19 di Negara asal wisatawan masih fluktuatif.

Cok Ace menilai para pelaku pariwisata saat ini harus dapat meyakinkan wisatawan domestik terkait penerapan protokol kesehatan di Bali. Hal tersebut juga sebagai bagian persiapan dalam menghadapi kedatangan wisatawan asing kedepannya.

“Saya sangat berharap kita semua menyadari dalam membangun ekonomi Bali bangkit kembali. Perlu kerja sama semua pihak untuk bahu membahu dalam membangkitkan perekonomian Bali," sebutnya,

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pariwisata wisman
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top