Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Normalisasi Tukad Unda Dipercepat

Menurut rencana pembangunan sungai buatan ini sebenarnya selesai pada Desember 2022.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 13 Desember 2021  |  10:22 WIB
Normalisasi Tukad Unda Dipercepat
Ilustrasi. - Kemen PUPR

Bisnis.com, DENPASAR — Proyek normalisasi Tukad Unda yang ditargetkan rampung pada akhir 2022 dipercepat penyelesaiannya lantaran menyesuaikan dengan progres pengerjaan.

Adapun menjelang akhir 2021, proyek normalisasi Tukad Unda telah rampung 73 persen. Padahal, sesuai dengan rencana pada 2021 targetnya selesai hanya 59 persen.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan ada kemajuan dari proyek normalisasi Tukad Unda yakni dengan progres 14 persen lebih dari target.

Sementara itu, untuk pengerjaan alur air, mulai dari hulu sampai hilir itu ditargetkan sudah bisa dilaksanakan pada akhir Januari 2022. Pengerjaan alur ini diharapkan akan membuat air sungai tidak lagi meluber ke wilayah lain.

Apalagi, mulai Januari 2021, sudah dilakukan pematangan lahan di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali tepatnya di lokasi yang bersebelahan dengan Tukad Unda.

"Menurut rencana pembangunan sungai buatan ini sebenarnya selesai pada Desember 2022, namun tadi saya minta dipercepat penyelesaiannya menjadi bulan September 2022 agar sudah rapi semua," katanya seperti dikutip dalam rilis, Senin (13/12/2021).

Koster pun berharap rencana pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang terdiri dari 3 zona, yaitu zona inti, zona penunjang dan zona penyangga sudah mulai bisa berjalan dengan tahapan pematangan lahan pada tahun 2022 awal mendatang. Zona inti akan berisi 15 fasilitas pentas seni, ada panggung terbuka utama dengan kapasitas 15.000 orang.

Ada pula panggung terbuka madya dengan kapasitas 4.000 orang dan panggung terbuka lain untuk kapasitas 3000 sampai 3500 orang. Selain itu, kawasan ini akan memiliki 12 museum tematik yang akan dibangun di zona inti.

Di zona penunjang, ada areal untuk hotel, apartemen dan fasilitas usaha pariwisata. Di zona penyangga ada Tukad Unda, Pelabuhan Gunaksa yang akan diselesaikan dan termasuk juga ada embung.

“Untuk pembangunan embung di muara akan dimulai tahun 2022 dengan dana APBN dari Kementerian PUPR. Kemudian pembangunan pelabuhan Gunaksa akan dibantu oleh APBN dari Kementerian Perhubungan," sebutnya.

Selain itu, di zona penyangga juga ada hutan dan taman ekologis tematik seluas kurang lebih 70-90 hektare. Ditargetkan, seluruh pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang mulai dibangun pada 2022 akan rampung pada 2024.

"Semua ini dirancang dengan pembangunan berkonsep hijau dan ramah lingkungan, sehingga kawasan ini akan menjadi kawasan yang satu-satunya di dunia, sangat lengkap dan komprehensif," sebutnya.

Project Manager PT Nindya Karya Made Sujana mengatakan pekerjaan pengendalian banjir Tukad Unda, sudah bisa melampaui angka yang ditargetkan, yakni 14 peren dari target multiyears. Jika dilihat dari target single years contract 2021, sudah 100 persen yang tercapai dari target 90 persen pekerjaan.

“Kita coba percepat semoga September tahun 2022 bisa selesai, atau bisa pula lebih cepat sesuai arahan Bapak Gubernur Bali, dengan perhitungan kami, bahwa tanggul ini jika sudah selesai akan mampu menampung 500 meter kubik air per detik. Setelah selesai ke depan juga dipersiapkan untuk operasional pemeliharaan seperti pengerukan untuk sedimentasi yang terjadi," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali banjir denpasar gunung agung
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top