Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pengeluaran Riil Per Kapita Masyarakat Bali Turun Terus

Meskipun mengalami percepatan pertumbuhan secara umum, salah satu komponen pembentuk IPM yakni rata-rata pengeluaran riil per kapita.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 06 Desember 2021  |  11:15 WIB
Pengeluaran Riil Per Kapita Masyarakat Bali Turun Terus
Pengunjung mengamati kerajinan tradisional Bali yang dipamerkan dalam kegiatan bertajuk 'Colors of Bali' di Denpasar, Bali, Minggu (5/12/2021). Pameran tersebut menampilkan hasil eksplorasi dan penelitian tentang perkembangan pewarna dan pigmen alami yang digunakan terhadap sejumlah kerajinan tradisional Bali seperti kain tenun, topeng, wayang kulit, dan lukisan Kamasan. - Antara/Fikri Yusuf.
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR — Pengeluaran riil per kapita masyarakat Bali terus mengalami penurunan selama dua tahun belakangan atau sejak pandemi Covid-19 melanda.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, pada 2020, pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan adalah senilai Rp13,93 juta atau turun 1,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2021, pengeluaran rill per kapita yang disesuaikan masyarakat Bali kembali mengalami penurunan sebedar Rp109.000 atau minus 0,78 persen menjadi Rp13,82 juta per tahun.

Kepala BPS Bali Hanif Yahya mengatakan penurunan pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan ini merupakan penurunan kedua secara berturut-turut semenjak tahun 2020. Pandemi Covid-19 yang masih terjadi, berdampak signifikan terhadap konsumsi masyarakat di Bali.

Padahal, pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2021 mampu mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. IPM Bali 2021 adalah sebesar 75,69 atau tumbuh 0,25 persen (meningkat 0,19 poin) dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

"Meskipun mengalami percepatan pertumbuhan secara umum, salah satu komponen pembentuk IPM yakni rata-rata pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan tercatat mengalami penurunan pada tahun 2021," katanya seperti dikutip dalam rilis, Senin (6/12/2021).

Sementara itu, komponen IPM lainnya yakni umur harapan hidup saat lahir (UHH) yang merepresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2010 hingga 2021, UHH telah meningkat sebesar 1,63 tahun atau rata-rata tumbuh sebesar 0,21 persen per tahun.

Pada 2010, umur harapan hidup saat lahir di Bali adalah 70,61 tahun, dan pada 2021 mencapai 72,24 tahun.

Selama periode 2010 hingga 2021, harapan lama sekolah di Bali tercatat meningkat sebesar 1,69 tahun, diikuti juga peningkatan rata-rata lama sekolah sebesar 1,32 tahun. Jika dihitung selama periode 2010 hingga 2021, harapan lama sekolah penduduk usia 7 tahun ke atas secara rata-rata tercatat tumbuh sebesar 1,24 persen per tahun.

Pada tahun 2021, harapan lama sekolah di Bali tercatat 13,40 tahun yang berarti bahwa anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk menamatkan pendidikan mereka hingga lulus D1 atau semester dua di tingkat universitas.

"Meningkatnya harapan lama sekolah menjadi sinyal positif bahwa semakin besar peluang anak-anak mendapatkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Sementara itu, rata-rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas di Bali tercatat tumbuh 1,45 persen per tahun selama periode 2010 hingga 2021.

Pada 2021, secara rata-rata penduduk Bali usia 25 tahun ke atas telah mengenyam pendidikan formal selama 9,06 tahun, atau telah menyelesaikan pendidikan tingkat SMP sederajat.

"Pertumbuhan yang positif ini merupakan modal penting dalam membangun kualitas manusia Bali yang lebih baik," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali Pertumbuhan Ekonomi pendapatan per kapita
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top