Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Trafik Turun, Bandara Ngurah Rai Lakukan Penyesuaian Jumlah Pekerja

Beredarnya informasi pemecatan tenaga operasional bandara, otoritas Bandara Ngurah Rai menjelaskan saat ini memang sedang melakukan evaluasi terhadap kebutuhan tenaga penunjang.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 24 November 2021  |  12:54 WIB
Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (22/1/2020). Alat pemindai suhu tubuh tersebut dipasang Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar sebagai upaya pengawasan dan antisipasi penyebaran Virus Corona yang mewabah dari Wuhan, China. - ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (22/1/2020). Alat pemindai suhu tubuh tersebut dipasang Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar sebagai upaya pengawasan dan antisipasi penyebaran Virus Corona yang mewabah dari Wuhan, China. - ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR – Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali melakukan penyesuaian jumlah tenaga operasional sebagai upaya bertahan di tengah tekanan situasi ekonomi dan bisnis di masa pandemi Covid-19.

Adapun saat ini beredar informasi mengenai pemutusan kontrak dan terancam dipecatnya tenaga keamanan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Penyesuaian jumlah tenaga operasional ini juga diikuti dengan adanya pemberitaan persyaratan seleksi kembali yang persepsinya meluas pada alasan pemutusan kontrak atau pemecatan tenaga operasional.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Herry A. Y. Sikado mengatakan perusahaan telah melakukan berbagai upaya penyesuaian operasional bandara, seperti pengurangan area operasi di terminal penumpang hingga ke penyesuaian waktu kerja dan jumlah tenaga operasional bandara sebagai respon terhadap tekanan situasi ekonomi akibat pandemi.

Penyesuaian area dan tenaga operasional bandara perlu dilakukan untuk dapat mempertahankan likuiditas perusahaan yang tengah mendapat tekanan akibat turunnya trafik penerbangan karena pandemi.

Beredarnya informasi pemecatan tenaga operasional bandara, Herry menjelaskan perusahaan saat ini memang sedang melakukan evaluasi terhadap kebutuhan tenaga penunjang. Hal tersebut terjadi di seluruh Bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura I, termasuk Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Menurutnya, evaluasi kebutuhan tenaga penunjang dilakukan sebagai akibat terjadinya penurunan trafik penumpang yang sangat drastis, yaitu turun lebih dari 50 persen dibanding sebelum masa pandemi. Apalagi, hingga saat ini masih belum ada kepastian atas pemulihan trafik penumpang, termasuk trafik internasional yang merupakan sumber utama aktivitas kegiatan bandara.

Lantaran hal tersebut, Bandara Ngurah Rai pun akan melakukan seleksi kembali terhadap tenaga penunjang yang sudah habis masa kontrak kerjanya pada Desember 2021.

"Terkait persyaratan seleksi kembali yang dipersepsikan di pemberitaan sebagai hal yang membuat terjadi pemutusan kontrak atau dipecat, perlu kami klarifikasi bahwa syarat seleksi dimaksud adalah bukan merupakan persyaratan baru yang ditujukan untuk mengurangi tenaga penunjang, namun hal tersebut merupakan persyaratan yang sudah berlaku sejak lama di lingkungan Angkasa Pura I," katanya seperti dikutip dalam rilis, Rabu (24/11/2021).

Herry mengatakan dalam dua bulan terakhir, memang terjadi peningkatan trafik penumpang di Bandara Ngurah Rai. Sayangnya, hal tersebut belum bisa memberikan kepastian bahwa kondisi akan stabil atau normal kembali.

Apalagi, kondisi pandemi Covid-19 ini belum berakhir sehingga mobilitas masyarakat belum sama seperti sebelum pandemi. Peningkatan trafik penumpang pun belum bisa dikaitkan dengan meningkatnya kebutuhan tenaga pekerja.

Herry memastikan tenaga operasional yang tidak lolos seleksi akan menjadi prioritas untuk dipanggil kembali apabila kebutuhan operasional sudah mulai meningkat dan kondisi perusahaan sudah mulai membaik.

"Hal ini harus kami lakukan agar perusahaan dapat bertahan di tengah gempuran dampak pandemi," sebutnya.

Direktur Utama Angkasa Pura Supports Desy Sulistiorini mengatakan perseroan telah mengkomunikasikan kondisi ini kepada seluruh tenaga penunjang terkait. Adanya seleksi kembali tenaga penunjang tersebut disesuaikan dengan kebutuhan operasional dari Angkasa Pura I untuk kondisi saat ini.

"Seluruh kewajiban bagi tenaga penunjang yang tidak diperpanjang kontraknya diberikan oleh perusahaan sesuai dengan ketentuan," sebutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenaga kerja bandara ngurah rai angkasa pura i
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top