Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korea Selatan Jajaki Kerja Sama Pembangunan Infrastruktur di Bali

Bali juga akan mendorong tumbuhnya kawasan industri untuk penyiapan energi bersih dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 16 November 2021  |  19:34 WIB
Korea Selatan Jajaki Kerja Sama Pembangunan Infrastruktur di Bali
Warga negara asing (WNA) bersiap menyeberang ke Labuan Bajo, NTT dengan menggunakan kapal pinisi di Pelabuhan Serangan, Denpasar, Bali, Kamis (28/10/2021). Penyeberangan menuju ke Pulau Nusa Penida, Pulau Gili Lombok, NTB dan Labuan Bajo, NTT melalui pelabuhan tersebut mulai ramai sejak awal bulan Oktober 2021 dengan rata-rata 50-100 wisatawan per hari. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo.

Bisnis.com, DENPASAR — Korea Selatan menjajaki kerja sama pembangunan sejumlah infrastruktur di Bali seperti kereta api ringan (LRT).

Wakil Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea Yoon Sung-won mengatakan pihaknya perlu melakukan pengenalan kemajuan industri dan sistem transportasi di Korea untuk dapat digunakan di Bali. Saat ini kerja sama secara sporadis sudah dimulai dengan dilakukannya penjajagan peluang pembangunan dengan pelaksanaan studi kelayakan pembangunan Kereta Api Ringan (light rail transit/LRT) sebagai akses Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali.

"Hal ini sudah diperkuat pula dengan pengiriman dua orang staf Dinas Perhubungan Provinsi Bali untuk meneruskan sekolah di Korea dalam bidang perkeretaapian," katanya seperti dikutip dalam rilis, Selasa (16/11/2021).

Wakil Menteri Yoon mengharapkan agar kerja sama ini dapat diperkuat dan dikonkretkan dengan melaksanakan studi serta perhitungan yang lebih mendetail, mengingat kondisi tanah dan budaya di Bali yang jauh lebih menantang dibandingkan di Korea. Selain itu, Wamen Yoon mengharapkan agar pengiriman staf untuk bersekolah di Korea dapat dilanjutkan dan ditambah dengan kursus-kursus singkat melalui suatu kerjasama yang lebih terstruktur.

Tidak hanya di bidang infrastruktur, Wamen Yoon menawarkan program-program pelatihan untuk PNS dan pegawai Pemerintah Provinsi Bali pada berbagai sektor untuk berangkat ke Korea di dalam meningkatkan kapasitas teknis.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, sebagai destinasi wisata internasional, Balu perlu diperkuat dengan infrastruktur yang terkoneksi dan terintegrasi lewat mengedepankan penggunaan kereta api dan kendaraan berbasis baterai. Hal ini akan mendukung Bali menjadi sebagai hub pariwisata yang terus tumbuh secara berkelanjutan.

Bali juga akan mendorong tumbuhnya kawasan industri untuk penyiapan energi bersih dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) sebagai wujud nyata mengimplementasikan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

“Selain itu, Bali akan mendorong pengembangan integrasi kawasan dengan sistem transportasi yang difokuskan di beberapa lokasi, yakni di Sanur, Denpasar, Sentral Parkir Kuta, Badung, Ubud, Gianyar dan di Gunaksa, Klungkung. Ini akan menjadi mode inovasi yang selanjutnya akan dikembangkan di seluruh Bali,” sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur bali korsel
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top