Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Luas Panen Padi di Bali Berpotensi Meningkat

Peningkatan luas panen ini seiring dengan ketersediaan air yang cukup selama masa tanam. Ketersediian air tersebut merupakan dampak dari efek la nina.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 04 November 2021  |  06:54 WIB
Subak di Bali. - kemdikbud
Subak di Bali. - kemdikbud

Bisnis.com, DENPASAR — Luas panen padi di Bali pada tahun ini berpotensi mengalami kenaikan sekitar 12.807 hektar are atau 14,08 persen seiring dengan peningkatan curah hujan.

Berdasarkan data BPS, realisasi panen padi sepanjang Januari hingga September 2021 adalah sebesar 75.983 hektare are, atau mengalami kenaikan sekitar 9.603 hektare (14,47 persen) dibandingkan 2020 yang sebesar 66.380 hektare. Sementara itu, potensi panen sepanjang Oktober hingga Desember 2021 sebesar 27.804 hektare.

Dari hasil perhitungan, BPS menyimpulkan total potensi luas panen padi pada 2021 diperkirakan mencapai 103.788 hektare, atau mengalami kenaikan 14,08 persen dibandingkan 2020 yang sebesar 90.981 hektare.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali I Wayan Sunarta mengatakan peningkatan luas panen ini seiring dengan ketersediaan air yang cukup selama masa tanam. Ketersediian air tersebut merupakan dampak dari efek la nina.

"Karena luas tanam meningkat efek la nina sehingga air cukup untuk tanam padi," katanya kepada Bisnis, Selasa (2/11/2021).

Terpisah, pengamat pertanian dari Universitas Udayana I Wayan Windia juga mengatakan luas tanam sangat berpengaruh dengan ketersediaan air. Tanpa ada air hujan, luas tanam akan berkurang sehingga mempengaruhi luas panen. Begitu pula sebaliknya.

Ketersediaan air hujan untuk luas tanam sangat penting karena juga menandakan kondisi air permukaan saat ini. Jika luas panen berkurang karena tidak adanya air hujan, air permukaan tidak akan cukup untuk mencukupnya. Pasalnya, air permukaan banyak digunakan oleh PDAM, air kemasan, maupun proyek air pedesaaan.

"Untung di Bali ada subak yang bisa mengelola air irigasi. Kalau tidak, keadaan semakin parah," sebutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top