Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akses Internasional Bali Dibuka, Kunjungan Wisatawan Tak Langsung Ramai

Bali tetap akan menerapkan protokol kesehatan dengan maksimal. Saat ini wisatawan yang datang ke Bali akan menjalani karantina selama 5 hari di hotel yang sudah ditunjuk oleh pemerintah.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 12 Oktober 2021  |  19:36 WIB
Pegawai hotel melayani wisatawan di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (3/3/2020). Tingkat hunian hotel di Bali rata-rata turun hingga 70 persen sejak merebaknya wabah virus corona. - ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Pegawai hotel melayani wisatawan di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (3/3/2020). Tingkat hunian hotel di Bali rata-rata turun hingga 70 persen sejak merebaknya wabah virus corona. - ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, DENPASAR – Pembukaan pariwisata Bali yang dilakukan pada 14 Oktober 2021 dipastikan tidak langsung mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar. Setidaknya, Bali memerlukan waktu hingga satu bulan untuk memastikan kedatangan wisatawan.

Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan meskipun Bali akan dibuka pada 14 Oktober mendatang, wisatawan dipastikan tidak langsung datang beramai-ramai ke Bali.

Cok Ace, sapaan akrabnya, memproyeksi setidaknya pada awal November 2021 kunjungan wisatawan baru akan ramai. Tetapi, hal tersebut bisa saja lebih cepat jika ada pesawat charter yang beroperasi.

Bali tetap akan menerapkan protokol kesehatan dengan maksimal. Saat ini wisatawan yang datang ke Bali akan menjalani karantina selama 5 hari di hotel yang sudah ditunjuk oleh pemerintah.

Hotel tempat karantina ini juga sudah memiliki sertifikat Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) serta bekerjasama dengan rumah sakit terdekat yang ditunjuk melayani penanganan Covid-19.

"Aturan karantina masih bersifat dinamis, namun hingga saat ini masih diberlakukan 5 hari bagi wisatawan, kita tetap mengikuti arahan dan saran dari para ahli, karena penyebaran virus Covid-19 varian baru [Mu] belum kita ketahui secara pasti jangka waktu berkembang dari saat pertama terinfeksi," katanya seperti dikutip dalam rilis, Selasa (12/10/2021).

Cok Ace pun mengharapkan Badan Promosi Pariwisata Daerah ikut berperan untuk meningkatkan promosi kunjungan wisatawan mancanegara dan penerimaan devisa, meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan pembelanjaan, menggalang pendanaan dari sumber selain APBN dan APBD, serta melakukan riset dalam rangka pengembangan usaha dan bisnis pariwisata di Bali.

Dua hari menjelang dibukanya perjalanan internasional 14 Oktober, BPPD diharapkan mampu mengakomodir kembali kunjungan wisatawan yang datang ke Bali.

"Sehingga kali pertama penerimaan wisatawan mancanegara di Bali setelah hampir 2 tahun terpuruk akibat pandemi Covid-19 diharapkan memiliki kesiapan yang maksimal dalam penerapan protokol kesehatan terutama di pintu masuk bandara internasional Ngurah Rai dan sejumlah tempat wisata lainnya," sebutnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisman pariwisata bali karantina
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top