Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hotel Menengah ke Atas Lebih Diminati di Bali

Bank Indonesia menganalisis hotel dengan harga menengah ke atas lebih diminati disinyalir karena adanya inovasi hotel promo.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 12 Oktober 2021  |  08:44 WIB
Hotel Menengah ke Atas Lebih Diminati di Bali
Pekerja membersihkan kamar yang akan digunakan sebagai tempat karantina bagi wisatawan mancanegara di Hotel Griya Santrian, Sanur, Denpasar, Bali, Senin (11/10/2021). Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar menyiapkan 35 hotel untuk karantina yang telah lolos verifikasi dan penambahan sebanyak 20 hotel yang masih proses verifikasi sebagai tempat karantina untuk mengantisipasi lonjakan kedatangan wisatawan. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo.
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR — Hotel dengan harga menengah ke atas lebih diminati wisatawan yang berlibur di Bali selama pandemi Covid-19 terjadi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat penghunian kamar hotel (TPKH) bintang 3 hingga 5 mencapai 9,98 persen, sedangkan TPKH bintang 1 hingga 2 hanya sebesar 8,99 persen.

Data Bali Hotels Association (BHA) menunjukkan hotel dengan harga sewa kamar antara US$201 sampai dengan US$300 memiliki TPKH 30,3 persen. Disusul kemudian hotel dengan harga sewa kamar US$51 sampai dengan US$200 memiliki TPKH 12,7 persen, hotel di atas US$301 memiliki TPKH 8,3 persen, dan hotel dengan harga kurang dari US$51 memiliki TPKH 7,3 persen.

Bank Indonesia menganalisis hotel dengan harga menengah ke atas lebih diminati disinyalir karena adanya inovasi hotel promo.

Pengamat ekonomi pariwisata dari Universitas Warmadewa I Made Suniastha Amerta mengatakan daya beli masyarakat yang menurun di tengah pandemi membuat masyarakat memanfaatkan promo. Saat ini berbagai hotel mengeluarkan promo tidak terkecuali hotel dengan harga kamar menengah ke atas.

"Di tengah kondisi saat ini, secara umum daya beli dan minat beli wisatawan untuk kamar hotel mahal cenderung menurun dan mereka lebih memilih hotel dengan harga menengah ke atas dengan promo," katanya kepada Bisnis, Selasa (12/10/2021).

Sebaliknya, Ketua DPD Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali Yoga Iswara menilai, di tengah pandemi, hotel yang diminati adalah yang telah menerapkan protokol kesehatan Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE). Wisatawan justru dinilai lebih mengesampingkan masalah harga.

"Attitude to hygien is non negotiable, baru faktor harga yang disesuaikan dengan budget pelanggan," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali perhotelan
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top