Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Ikan Tuna Masih Terkendala Pengiriman

Pandemi Covid-19 sama sekali tidak mempengaruhi produksi ikan tuna. Hanya, ketiadaan penerbangan langsung dari Bali karena Covid-19 telah menyebabkan sulitnya proses pengiriman.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 24 Agustus 2021  |  16:16 WIB
Ekspor Ikan Tuna Masih Terkendala Pengiriman
Ikan tuna. - Antara/Ampelsa
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR — Ekspor ikan tuna ke sejumlah negara hingga saat ini mengalami kendala pada proses distribusi lantaran tidak dibukanya penerbangan langsung dari Bali.

Sekjen asosiasi tuna longline Indonesia (ATLI) Bali Nyoman Sudarta mengatakan adanya pandemi Covid-19 sama sekali tidak mempengaruhi produksi ikan tuna. Hanya, ketiadaan penerbangan langsung dari Bali karena Covid-19 telah menyebabkan sulitnya proses pengiriman.

Menurutnya, diskusi dengan sejumlah pihak pun dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Namun, hingga saat ini belum menemukan solusi.

"Dengan semua pihak temasuk pemerintah sudah didiskusikan, tetapi belum ada solusi karena masih Covid-19, semoga Covid-19 cepat berlalu," katanya kepada Bisnis, Selasa (24/8/2021).

Hingga saat ini, eksportir tuna dari Bali memanfaatkan penerbangan langsung di Jakarta untuk pengiriman via udara maupun pengiriman melalui jalur darat menuju Pelabuhan Tanjung Perak dengan menggunakan container. Pengiriman melalui jalur darat hanya bisa dilakukan untuk tuna beku, sedangkan ikan tuna segar tetap melalui jalur udara.

Menurutnya, pengiriman lewat jalur darat juga memiliki masalah. Pasalnya, pengiriman lewat jalur darat memiliki risiko yang tinggi karena berkaitan dengan ketepatan waktu keberangkatan kapal.

"Kalau ada kapal Feeder di Benoa [Pelabuhan di denpasar] harusnya lebih efisien, tetapi justru biaya sangat tinggi. Mestinya bisa lewat Benoa langsung ke negara buyer sehingga semua dokumen bisa atas nama Bali," sebutnya.

Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Denpasar Anwar mengatakan pemerintah sebenarnya sudah berupaya untuk memfasilitasi eksportir ikan tuna. Hanya saja, dukungan pengiriman berupa melakukan charter pesawat tetap tidak masuk dalam skala bisnis.

Pasalnya, pengiriman ikan tuna tidak selalu dalam jumlah yang besar. Pilihan untuk melakukan charter pesawat pun akan berat pada masalah biaya.

"Ikan tuna tidak bisa [charter] karena paling [ekspor] 300 itu juga tidak menutup [biaya]," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor bali agribisnis perikanan
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top