Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bali Dorong Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal dan Herbal

Arak Bali yang sudah sejak berabad-abad diproduksi secara turun temurun dan menjadi sumber pendapatan ekonomi kerakyatan di Bali. Tidak hanya dikonsumsi, arak Bali juga digunakan sebagai kebutuhan sarana upakara.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 31 Maret 2021  |  08:23 WIB
Ilustrasi. - Ist
Ilustrasi. - Ist

Bisnis.com, DENPASAR — Pemerintah Bali mendorong pemanfaatan bahan makanan dan panganan lokal maupun herbal yang tumbuh sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

Gubernur Bali Wayan Koster mencontohkan arak Bali yang sudah sejak berabad-abad diproduksi secara turun temurun dan menjadi sumber pendapatan ekonomi kerakyatan di Bali. Tidak hanya dikonsumsi, arak Bali juga digunakan sebagai kebutuhan sarana upakara.

"Untuk itu, saya berterima kasih sekali kepada Ibu Penny (Kepala Badan POM) dan jajaran yang telah memberikan jalan kepada arak Bali untuk bisa legal lewat Pergub, tentu dengan aturan dan pembatasan. Saya berhutang budi untuk itu," katanya seperti dikutip dalam rilis, Rabu (31/3/2021).

Lebih jauh, Gubernur asal Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng tersebut juga memandang peran penting Badan POM sebagai pihak yang berwenang untuk mengatur peredaran bahan pangan dan olahan pangan yang aman dan sehat bagi masyarakat.

"Khususnya untuk anak-anak, karena saya lihat anak sekarang gampang sakit karena banyaknya makanan yang kurang sehat beredar. Badan POM bisa berperan besar mengurangi hal tersebut, bisa lebih tegas lagi," ujarnya.

Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito mengatakan, melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah, BPOM akan mendukung pengembangan pelaku usaha, utamanya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal daerah. Selama 2020, Badan POM telah melakukan pendampingan terhadap 1.283 UMKM agar memenuhi standar keamanan dan mutu dalam menjalankan usahanya.

“Pengawasan obat dan makanan bersifat strategis, prioritas, dan multi sektor. Mencakup perlindungan kesehatan masyarakat, pembangunan nasional, hingga ketahanan bangsa," jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pangan
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top