Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kendalikan Inflasi, Klungkung Tanam Demplot Kedelai Hingga Berdayakan KUD

Klungkung akan melakukan penanaman demplot kedelai hingga memberdayakan badan usaha milik desa (BUMDes) dan Koperasi Unit Desa (KUD) setempat sebagai upaya mengendalikan inflasi.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  09:31 WIB
Tanaman kedelai.  - ANTARA
Tanaman kedelai. - ANTARA

Bisnis.com, DENPASAR - Klungkung akan melakukan penanaman demplot kedelai hingga memberdayakan badan usaha milik desa (BUMDes) dan Koperasi Unit Desa (KUD) setempat sebagai upaya mengendalikan inflasi.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan program pengendalian inflasi perlu dilakukan terintegrasi dari hulu ke hilir. Program di sisi hilir dilakukan dengan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Unit Desa (KUD). Sementara di sisi hulu, Kabupaten Klungkung telah melakukan penanaman demplot kedelai seluas 60 hektare dengan memanfaatkan pupuk kompos.

"Ke depan, pemanfaatan pupuk kompos di Kabupaten Klungkung akan diperluas untuk menjadi kawasan pertanian organik," katanya seperti dikutip dalam rilis, Kamis (25/3/2021).

Ketua Harian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Klungkung I Gede Putu Winastra mengatakan sejumlah harga komoditas terpantau stabil dalam tiga bulan terakhir diantaranya beras, minyak goreng curah, gula pasir, dan daging sapi. Sementara itu, beberapa komoditas yang mengalami fluktuasi harga diantaranya bawang putih, bawang merah, cabai rawit, daging ayam dan harga telur ayam ras.

"Pemasalahan tersebut terutama disebabkan oleh anomali cuaca yang berpengaruh terhadap pola tanam dan penurunan hasil panen," katanya seperti dikutip dalam rilis, Kamis (25/3/2021).

Ekonom Ahli Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Donny H. Heatubun menekankan ada tiga komoditas yang perlu diperhatikan dalam pengendaliam inflasi yaitu cabai merah, cabai rawit, dan canang sari. Secara historis, ketiga komoditas tersebut sering mengalami kenaikan harga pada hari raya Galungan dan Kuningan selama tiga tahun terakhir.

Komoditas cabai rawit yang masih belum menunjukkan penurunan harga hingga saat ini perlu diwaspadai dimana pasokan masih belum optimal akibat curah hujan yang tinggi, serta peningkatan permintaan menjelang hari raya.

"Sementara dari sisi pemantauan harga di Sistem Informasi Harga Komoditas Pangan Strategis (SIGAPURA), sejumlah komoditas yang mengalami lonjakan harga signifikan diantaranya cabai rawit, cabai merah, dan daging babi," sebutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top