Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fasilitas Penyimpanan Hasil Pertanian di Badung Diminta Dimaksimalkan

Tekonologi CAS tersebut dibangun Pemkab Kabupaten Badung, walaupun demikian, tidak menutup peluang daerah lain bisa memanfaatkan CAS tersebut dengan bekerjasama dengan Pemkab Badung.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 10 Maret 2021  |  08:36 WIB
Ilustrasi. Harga cabai naik ketika pasokan berkurang. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Ilustrasi. Harga cabai naik ketika pasokan berkurang. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, DENPASAR – Bank Indonesia Perwakilan Bali meminta pengoptimalan penggunaan control atmosphere storage atau tempat penyimpanan hasil pertanian yang telah di bangun di Kabupaten Badung untuk menghindari anjloknya harga komoditas pertanian pasca panen raya yang berakibat merugikan petani.

Tekonologi CAS tersebut dibangun oleh Pemkab Kabupaten Badung, walaupun dibangun oleh Pemkab Badung, tidak menutup peluang daerah lain bisa memanfaatkan CAS tersebut dengan bekerjasama dengan Pemkab Badung.

Deputi Kepala Perwakilan BI Bali Rizki Ernadi Wimanda menjelaskan kerja sama tersebut bisa menjadi solusi petani di Bali agar terhindar dari kerugian.

“Teknologi CAS di Badung belum dimanfaatkan secara optimal, itu bisa dimanfaatkan seluruh Bali dengan kerja sama antar Pemda. Pemda lain datangi ke Pemda Badung jajaki kerja sama, wilayah mana yang setiap panen berpotensi hasilnya berlebih bisa disimpan ketika harga murah, dan bila harga sudah stabil, permintaan naik bisa dikeluarkan, dengan begitu diharapkan petani tetap untung," ujar Riski kepada Bisnis, Selasa (9/3/2021).

Teknologi penyimpanan bahan pangan CAS dibangun oleh Pemkab Badung sejak 2018, teknologi yang dibuat di Kudus, Jawa Tengah ini bisa mengawetkan bahan pangan agar tidak cepat busuk.

Dengan adanya teknologi CAS, setiap panen raya di Bali bisa menghindari petani komoditas apapun dari kerugian akibat harga yang sangat murah, seperti kasus petani salak di Karangasem dimana petani enggan panen karena harga di bawah standar dan merugikan.

"Bali harusnya bisa memanafaatkan CAS yang ada di Badung, agar ketika panen komoditas cabai, bawang maupun lainnya terhindar dari kerugian," tutupnya.(K48)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali badung
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top