Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lombok Utara Potong Target Pendapatan Asli Daerah akibat Pariwisata Lesu

Dari target PAD sebesar Rp107,3 miliar (setelah perubahan), sudah terealisasi sebesar 68,26 persen atau senilai Rp73,2 miliar.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  11:23 WIB
Sejumlah pengunjung dan pelaku wisata mengikuti
Sejumlah pengunjung dan pelaku wisata mengikuti "Senggigi Sunset Zumba" saat acara sosialisasi penerapan protokol kesehatan Covid-19 saat berwisata di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat, NTB, Minggu (13/9/2020). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dispar Kabupaten Lombok Barat sebagai upaya sosialisasi agar wisatawan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 saat berwisata. - Antara/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, LOMBOK UTARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), menurunkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari semula Rp220 miliar menjadi Rp107,3 miliar pada 2020 akibat sektor pariwisata yang lesu sejak pandemi Covid-19.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Utara H Hermanto, di Lombok Utara, Rabu (30/9/2020), mengatakan sebagian besar PAD diperoleh dari pajak hotel dan restoran. Namun sejak pandemi Covid-19 seluruh hotel, khususnya di kawasan wisata tiga gili, tutup semua.

"Hotel-hotel di Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan tutup sejak April hingga saat ini. Memang kawasan wisata tiga gili tersebut sudah dibuka sejak September, tapi siapa yang mau berkunjung, belum ada," katanya.

Ia mengatakan target PAD tersebut sudah masuk dalam APBD perubahan tahun anggaran 2020 yang sudah dibahas bersama anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara.

Dari target PAD sebesar Rp107,3 miliar (setelah perubahan), sudah terealisasi sebesar 68,26 persen atau senilai Rp73,2 miliar. Realisasi pendapatan tersebut bersumber dari pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak parkir, dan retribusi parkir.

Sumber pendapatan lainnya adalah pembayaran pajak air tanah, pajak mineral dan logam, serta pajak restoran hotel dan rumah makan yang masih bisa beroperasi selama pandemi.

"Ada juga pajak reklame. Ada puluhan reklame, baik milik Pemerintah Provinsi NTB, Pemkab Lombok Utara, dan milik swasta," ujarnya.

Untuk mencapai target hingga akhir tahun, kata Hermanto, pihaknya berupaya untuk menggali dari potensi pembayaran PBB.

Para petugas Bapenda Kabupaten Lombok Utara bekerja keras dari pagi hingga malam hari untuk melakukan jemput bola atau memberikan pelayanan hingga ke rumah kepala dusun.

Pihaknya juga berharap dengan dibukanya kawasan wisata tiga gili akan memberikan dampak terhadap realisasi PAD hingga akhir tahun. Apalagi sejak dibuka kawasan wisata itu, kata dia, ada saja wisatawan yang datang berkunjung, baik lokal maupun dari luar NTB, seperti dari Bali dan Jakarta.

"Kawasan tiga gili memang sudah dibuka. Harapannya karyawan kembali bekerja normal meskipun sekedar bersihkan kolam renang dan menata kembali hotel yang sudah lama tutup, sambil menanti wisatawan berkunjung," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata lombok

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top