Bisnis.com, DENPASAR – Polisi menembakkan gas air mata ke arah demonstran dan memukul mundur mereka dari depan gedung DPRD Bali.
Demonstran yang terdesak melakukan perlawanan dengan melempar batu sambil mundur. Demonstran juga berlari ke arah dalam lapangan Bajra Sandhi, di saat yang sama banyak warga sedang berolahraga.
Sebelum menembakkan gas air mata, polisi minta warga yang olahraga meninggalkan lapangan Bajra Sandhi agar tidak terkena gas air mata. Sebagian warga mulai meninggalkan lapangan, sebagian lagi masih memilih melanjutkan olahraga mereka.
Di tengah keramaian warga, kedua pihak saling serang, gas air mata berkali-kali ditembakkan. Bahkan ke dalam lapangan Bajra Sandhi. Polisi juga menangkap sejumlah orang yang memakai baju Ojol.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aksi massa di depan Gedung DPRD Bali ini merupakan aksi lanjutan dari Polda Bali. Saat aksi di Polda Bali, Polisi berhasil membubarkan massa, akan tetapi konsentrasi massa pindah ke depan gedung DPRD Bali.
Setelah massa merusak dan membakar mobil, puluhan Polisi dari Polda Bali kemudian datang mengendalikan massa. Sempat terjadi aksi saling kejar, demonstran juga terlihat melempar Polisi.
Sebagai informasi, aksi besar - besaran di sejumlah daerah, termasuk Denpasar dipicu oleh meninggalnya driver Ojol Affan di Jakarta. Berdasarkan data resmi dari GoTo Group, almarhum tercatat masih berstatus mitra aktif dan sedang 'on bid' atau menunggu pesanan saat musibah menimpanya. Aktivitas terakhir beliau terekam pada pukul 19.40 WIB, ketika sedang menjalankan pekerjaannya untuk mencari nafkah.
Affan hendak mengantarkan pesanan pelanggan, tetapi nahas pada Kamis (28/8/2025) malam dia dilindas oleh polisi dengan mobil rantis di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat